Sudah hampir lima hari Diana di sibukkan dengan pesanan kue yang tidak sama sekali berhenti, selalu saja ada pesanan jika mereka ingin beristirahat sebentar. Dan itu membuat Diana tidak bisa mengistirahatkan tubuhnya selama lima hari tersebut. Tantenya sudah berkata kalau dia boleh beristirahat sehari penuh yang tandanya itu Diana boleh libur, namun dia bersih kukuh untuk tetap masuk, Diana tidak tega melihat tantenya bekerja dengan pegawai yang berkurang satu. "Na kamu pucet banget." ujar Doni yang sedang memasukkan cookies ke dalam bungkusan. "Aku gapapa, cuma lupa makan tadi pagi. Udah Don kamu jangan ngomong gitu nanti Ibu denger, aku di suruh pulang." jawab Diana dengan mengikat apronnya kembali selesai menunaikan solat Dzuhur. "Sekarang udah makan kan tapi?" Diana mengan

