Lagi. Sivia menghembuskan napas sesaat setelah membuka pintu loker. Ia mendapati banyak kertas-kertas berserakan di sana. Tadi ketika ia melihat bercak merah di sela pintu bawah Sivia memang sudah menduga jika lagi-lagi seseorang sedang mempermainkannya. Sebenarnya Sivia sudah pernah mengantisipasi hal ini dengan menggembok pintu loker miliknya, tetapi ia selalu menjumpai keesokan harinya gembok tersebut sudah hilang. Si peneror selalu bisa membuka loker ini dan meninggalkan hal-hal mengerikan untuk Sivia lihat. Tangan Sivia terjulur. Ia mengambil kertas-kertas yang sudah diremas-remas untuk di buang ke tempat sampah namun ia tidak menduga bahwa di bagian bawah loker, cat merah yang diguyur masih basah. Sivia mendesis dan berdecak kecil. Sekarang telapak tangannya jadi merah karena terk

