"Kenapa kau menguntitku, Jennifer Loxton?" tukas Sivia tajam. Jeni menatap Sivia tak kalah tajam. Ada aura kebencian yang kentara di sana. Sivia bersumpah jika baru kali ini ia melihat Jeni seperti ini. Jeni yang dia kenal selalu baik dan menggodanya. Ia ramah dan sedikit pemalu. Tapi bagaimana bisa sekarang ia berubah menjadi sosok yang Sivia bahkan tidak kenal sama sekali? "Jeni, aku bertanya padamu!” seru Sivia. “Maksudku, apa yang salah denganmu?” Sivia mulai frustasi. Ia masih tidak bisa menerima jika yang melakukan teror selama ini adalah temannya sendiri. "Huh, jangan berlebihan, dasar kau jal*ng sialan!” Jeni meludahi Sivia. Beruntung Sivia langsung melangkah mundur sehingga tidak terkena. Menghela napas panjang, Sivia mencoba untuk tetap sabar. Jeni melakukan ini pasti punya a

