Sivia menghela napas kesal. Dia sudah duduk di salah satu meja The BBG Cafe Coffe selama lebih dari tiga puluh menit tapi Alex belum juga menampakkan batang hidungnya. Sivia menyentakkan kepala, menatap jarum jam yang tertempel di dinding bartender. Ia mambalas senyuman sang baretender yang saat itu tak sengaja sedang bersitatap dengannya. "Kau bisa saja langsung ke perusahaannya, Eve. Perusahaan Alex tidak cukup jauh dari sini," George yang sejak kedatangan Sivia menemani gadis itu memberi saran. Melihat raut wajah sebal dan sikap tidak tenang Sivia membuat ia diam-diam tersenyum geli. Apakah dua sejoli yang terpaksa jadian itu akhirnya benar-benar saling jatuh cinta? Sikap dan perhatian yang ditujukan Alex pada Sivia berbeda dengan wanita-wanita kencan Alex sebelumnya. Jika dulu Alex

