Part 21 - Saran dari Nathan

1789 Kata

"Jangan ikuti aku!" Sivia berbalik, menunjuk pada Viccent yang terus mengikuti di belakangnya sejak tadi. Viccent tersenyum kaku melihat kilatan amarah di mata Sivia. Ia bisa melihat mata gadis itu memerah menahan tangis dan kesal di saat yang bersamaan. "Sivia, aku—" "Pergi!" seru Sivia. Lalu berbalik dan berjalan lebih cepat lagi. Dadanya masih berdenyut sakit membayangkan apa yang tadi ia lihat. Viccent menghela napas, menatap punggung Sivia yang kian menjauh sebelum akhirnya kembali ikut berjalan, mengikuti Sivia lagi. * Sudah dua jam lebih Sivia berjalan. Sesekali ia menendang kerikil yang ada dan memaki dengan kasar. Pipinya terasa lengket karena air mata yang sudah mengering, namun ia sama sekali tidak peduli dengan penampilannya. Rasa kesal, sesak dan marah sudah berganti de

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN