Part 16 - Aku Sangat Pendendam

1472 Kata

Kedua sudut bibir Sivia terus terangkat sejak tadi. Matanya menatap jalanan depan senang. Sementara senandung kecil keluar dari bibir mungilnya. Alex yang sejak tadi memperhatikan jadi ikut tersenyum. Sivia memang sungguh aneh. Tadi saat Alex memaksanya untuk tidak mengikuti tawaran makan bersama orang-orang yang berasal dari Indonesia, gadis itu merajuk. Bahkan ia menolak berbicara dan menatap Alex dengan tajam setiap kali mereka bertatapan. Namun, ketika Alex membawanya ke sebuah restoran, pelan-pelan kekeras kepalaannya mulai goyah. Alex sama sekali tidak menyangka jika kekasihnya memang sudah sangat se kelaparan itu, sampai-sampai ketika mereka berdua baru memasuki pintu dan mulai mencium aroma lezat, perut Sivia berbunyi keras, membuat Alex dan seorang yang berjaga di sana tersenyum

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN