Part 10 - Selamat Malam, Sayang!

1586 Kata

Alex melajukan mobilnya dengan cepat. Senyuman lebar tercetak jelas di bibirnya. Dia sudah tidak sabar untuk segera menikmati kencannya yang pertama dengan Sivia. Perasaan senang, gugup dan bayangan-bayangan indah bercampur aduk di hati dan otak Alex saat ini. Ini bukanlah kencannya yang pertama dengan seorang perempuan. Dia sudah banyak berkencan dengan wanita sejak dulu, bahkan mengencani prempuan-perempuan kaya yang hampir menjadi tunangannya tetapi selalu tidak pernah lebih. Alex memang tidak pernah ingin menginjak ke hubungan yang serius kala itu. Tapi sekarang? Entahlah. Ia justru sudah membayangkan ingin melingkarkan cincin di jari manis Sivia dan mengumumkan pada dunia jika dia adalah pemilik dari gadis berdarah campuran itu. Sivia memang benar-benar membuat otaknya tidak waras l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN