Sivia menghentakkan kaki dengan kesal mengikuti Alex dari belakang. Kedua tangannya membawa 2 gelas kopi panas yang baru saja ia beli dari kedai kopi terdekat. Sementara bibirnya cemberut entah sudah sejak beberapa menit yang lalu. Sivia benar-benar kesal, dan ia sungguh ingin melempar dua gelas kopi yang ada di tangannya ini ke sosok pria yang berjalan angkuh di depannya. "C'mon honey ... Jangan berjalan seperti siput!" seru Alex saat menyadari jarak Sivia sudah sedikit jauh dari tempatnya berada. Mendengar ucapan Alex, bukannya segera menurut, Sivia justru melangkahkan kaki bak tentara yang sedang baris berbaris. Dengan sepatu kets yang sama sekali sia-sia karena tidak menghasilkan bunyi apapun di jalan, Alex justru tersenyum geli. Mati-matian menahan diri agar tidak tertawa di tempat.

