DOR! "Alex!" seru Sivia saat Alex berlari menghampiri dan menghalangi tembakan Valentino padanya. Alex langsung membalik dan memeluk erat tubuh Sivia. "Akh!" Alex memekik merasakan punggungnya sakit karena tembakan dari Valentino. Tapi ia bersyukur Sivia baik-baik saja. Tubuh Sivia membeku menyaksikan semuanya. Semua terlalu cepat dan mengerikan baginya. Ia tidak bisa menghindar meskipun ingin. Tangannya tadi dicekal terlalu kuat dan kakinya juga lemas karena takut. Lalu melihat dengan mata kepala sendiri Alex tertembak karenanya lebih membuat Sivia shock. Alex baru saja mengorbankan nyawa demi dirinya. "A- Alex ...," gumam Sivia. Matanya memburan seiring dengan air mata yang jatuh membasahi pipi. Kedua tangannya yang tadi sudah menggantung bebas karena si pria berbaju hitam sudah mel

