"Kau yakin di sini tempatnya?" Alex bertanya pada Mathew. Saat ini mereka tengah berada di depan sebuah gudang yang sudah sangat tua, terlihat dari kondisi luarnya yang tidak terawat. Gudang itu terlihat cukup besar untuk ukuran sebuah gudang. Mungkin itu adalah bekas peternakan kuda, terlihat ada beberapa bekas tumpukan jerami yang sudah menguning berserakan di tanah mengelilingi gedung. Banyak rumput liar panjang yang tumbuh di sisi kanan dan kiri bangunan itu. Tembok yang hampir semua catnya mengelupas pun dirambati dengan tanaman hijau berbentuk hati. Gudang itu gelap. Hanya lampu berwarna oranye yang menerangi beberapa bagian dari luar maupun dalam gudang. Suasana di sini juga sangat sepi, jauh dari jalan raya. "Dari GPS ponsel Nona Sivia, memang ini tempatnya, Tuan." Alex mengang

