DOR! "Aaaargh!" Sivia berteriak kencang. Kedua matanya menutup rapat karena tidak sanggup melihat apa yang terjadi. Kedua tangannya masing-masing menutu telinga mendengar suara keras dari peluru yang baru saja ditembakkan oleh Brian. Jantung Sivia berdetak cepat dan kencang. Brian pasti sudah gila! "Daddy, ku bilang cukup! Kau hampir membunuhnya!" teriak Sivia sekali lagi dengan nada frustasi. Dia bernapas lega ketika melihat Alex masih berdiri tegak tanpa terluka. "Inilah yang disebut dengan urusan antara pria, Sayang," sahut Brian tanpa menoleh. Iris matanya tetap pada Alex. Dia bahkan masih menodongkan pistolnya pada pria itu. Berbeda dengan Brian, Alex yang melihat wajah Sivia seperti hampir kehilangan darah sama sekali berusaha menenangkan. "Tenanglah, Sweetheart. Aku baik-baik

