Mendapat Pekerjaan

1427 Kata
Pagi harinya Velen pun sudah terlihat bersiap untuk pergi ke perusahaan. Gadis dengan tinggi 160 cm itu kini memakai baju putih dengan blazer berwarna abu-abu dan rok selutut dengan rambut yang ia biarkan terurai membuat kesan menarik. Selesai berhias kini Valen pun bergegas menuju lantai satu untuk sarapan bersama keluarganya. Dilihatnya ada tiga orang yang sudah menunggu nya untuk makan. " Pagi ma pah adik ku yang paling cantik tapi nggak secantik Valen hihi..." sapa nya dengan penuh ceria " Ih kakak kebiasaan habis muji di jatuhin lagi gini-gini gue juga cantik tau " sela adiknya yang tak mau mengalah " Itu fakta nya sayang udah terima aja " ucapnya sambil menjulurkan lidahnya nya ke arah adik satu-satunya itu " Kakak ih... " " Sudah kalian itu apa-apaan sih masih pagi juga ribut terus " ucap papa Farel menengahi pertengkaran kedua Putrinya. Mama Ira dan Papa Farel mempunyai dua orang putri anak pertama bernama Valen dan anak kedua bernama Andara Permadani atau yang akrab disapa Dara. Gadis berusia tujuh belas tahun itu kini tengah duduk di bangku SMA kelas tiga. Dara memiliki paras yang cantik, pintar, tomboi dan bar-bar nya minta ampun. Dara sangat menyukai kegiatan seperti naik gunung, panjat tebing, dan kegiatan ekstrim lainnya. Berbeda dengan sang kakak yang introvert, Valen lebih senang menghabiskan waktunya untuk membaca buku dan menyukai keheningan malam. Setelah pertengkaran kecil itu keempatnya pun kembali menikmati makanannya. Selesai makan Valen pun buru-buru berpamitan kepada kedua orangtuanya untuk berangkat. " Ma pa Valen sudah selesai Valen berangkat dulu ya takut telat udah ditunggu juga sama Jessica didepan " pamitnya sambil meminum segelas s**u coklatnya sampai habis " Loh kamu jadi melamar sama Jessica sayang ? " tanya papa Farel " Iya pah jadi, doain ya pah semoga Valen keterima " " Iya sayang itu sudah pasti hati-hati ya nak " " Iya pah " " Ma Valen berangkat ya ma " " Iya sayang ingat pesan mama semalam ya nak " " Iya ma Valen pasti ingat " ucapnya sambil memeluk tubuh mama Ira tin...tin... " Iya sebentar " teriak Valen Ia sudah mengetahui siapa yang meng klakson didepan rumahnya itu. Siapa lagi kalau bukan Jessica, sahabat satu-satunya itu sudah sedari tadi menantinya di depan. " Ayo sayang kamu sudah ditunggu tuh" ucap mama Ira " Mah pah Dara berangkat dulu ya udah telat nih " pamit dara kepada orang tuanya " Iya sayang hati-hati dijalan jangan ngebut " peringat papa Farel. Papa Farel sangat mengenal tabiat putri bungsunya yang suka ngebut dijalan dia hanya tidak ingin putri nya itu kenapa-kenapa. " Iya pah siap ya sudah Dara berangkat ma pah " " Iya sayang hati-hati" ucap keduanya Akhirnya papa,mama dan Valen pun juga ikut ke depan. Dilihatnya gadis dengan baju putih pendek dengan celana kain hitam dan rambut diikat satu tak membuat kecantikannya luntur. Dia adalah Jessica, Jessica Anastasya gadis seumuran dengan Valen itu merupakan teman satu bangku semasa SMA dulu. Jesica merupakan teman sekaligus tetangga Valen jarak rumah Jesika hanya dua rumah dari rumah Valen. Jesica merupakan putri tunggal dari pasangan Mama Diana dan Papa Rudi. Jesica memiliki sifat yang hampir sama dengan Dara yang sama-sama bar-bar. " Ayo Len keburu telat nih kamu amat " " Iya-iya bawel banget Lo " " Ya lagian Lo tumben lama banget didalam ngapain sih luluran Lo " ledek Jesica " Enak aja nggak lah udah ayo berangkat " ucapnya sambil memakai helmnya " Eh kak Jes gimana jadi nggak nih ? " tanya Dara menanyakan " Jadi lah Sabtu ya jam sepuluh " " Bener ya awas kalau nggak jadi lagi gue tunggu di rumah kak jangan lupa " " Iya siap " " Kalian mau ngapain ? " tanya Valen " latihan panjat tebing Lo mau ikut ? " " Oh, nggak ah nggak berani kalau main begituan mending di rumah rebahan " Ucapnya sambil memakai helm dikepalanya " Hu... Lo mah nggak seru !!! " " Udah ayo berangkat nanti telat lagi " " Ya udah ayo " ucap Jessica " Ra gue berangkat dulu ya hati-hati Lo di jalan jangan ngebut " peringat sang kakak " Iya kak siap, kalian berdua juga hati-hati gue doain semoga segera dapet kerja deh " " Amin " ucap keduanya Akhirnya keduanya pun berangkat dengan memakai motor yang berbeda. Sekitar lima belas menit keduanya pun sampai di parkiran di perusahaan itu. Keduanya pun masuk dan dilihatnya beberapa calon pelamar yang sudah duduk di sembari menunggu namanya di panggil. Setelah menunggu kini giliran Jessica yang namanya dipanggil. " Jesica Anastasia" panggil HRD perusahaan itu " Gue dipanggil gue masuk dulu ya " ucap Jessica ke Valen " Iya semangat ya semoga Lo keterima" Setelah menunggu beberapa lama Jessica keluar dengan raut wajah yang ceria ia keterima di perusaahan itu di bidang digital marketer. " Valen Valen Valen gue keterima kerja len gue keterima a.... gue seneng banget" teriaknya sambil memeluk tubuh Valen hingga beberapa orang pun memperhatikan nya Vallen yang mendapat perlakuan tiba-tiba pun hanya tersenyum kikuk. Sejujurnya ia tengah menahan malu melihat kelakuan wanita yang sayangnya sahabat karibnya itu. Orang orang disana pun mengamati Valen dan Jessica dengan senyum sembari menggeleng kan kepala mereka. Ada ada saja pikir mereka. " Iya selamat ya tapi jangan peluk-peluk juga dong malu dilihat orang " " Ye nggakpapa kan gue lagi seneng " Tak lama setelah itu terdengar lagi HRD memanggil nama. Kali ini nama Valen yang di panggil. Dengan perasaan gugupnya Valen pun memasuki ruangan itu. " Lo dipanggil tu semangat ya semoga berhasil " ucap Jessica menyemangati kawannya itu " Oke gue masuk dulu ya " " Iya semangat " Valen pun masuk dan beberapa saat kemudian Valen pun keluar dengan wajah yang ceria, ia pun diterima di perusaahan itu dan diterima di bidang yang sama dengan Jessica. " Jes gue juga diterima " " Iya... a selamat ya BESTie ku jadi kita satu kantor dong " " He'em... " Valen pun berdehem dengan menganggukkan kepala nya semangat. Selesai mendapat berita yang menyenangkan kini Valen dan Jessica pun sepakat untuk merayakan dengan makan makan di cafe yang tak jauh dari perusahaan itu. Mereka baru akan bekerja keesokan harinya oleh sebab itu kedua nya pun sepakat. untuk menghabiskan waktu seharian ini untuk makan dan jalan-jalan. Sesampai cafe Valen dan Jessica pun kini sudah duduk di bangku dan kini menunggu pesanan makanan dan minuman mereka datang.Tak lama kemudian makanan yang mereka pesan pun datang. "Silahkan kak makanannya " ucap pegawai cafe itu " Makasih mbak " ucap Jessica yang girang menatap makananya " Saatnya makan " ucapnya memakan soto pesanannya Valen yang mendengarnya pun hanya menggelengkan kepalanya melihat Jessica yang hobinya makan banyak tapi tidak gemuk-gemuk. Berbeda dengan dirinya yang gampang sekali gemuk jika porsi makan nya bertambah. Mereka makan dengan tenang sebelum suara Jessica lagi-lagi menghentikan kunyahan Valen. " Eh Len Lo ngerasa ada yang janggal nggak sih ? " Valen pun berhenti makan dan bertanya kepada sahabatnya itu " Janggal ? Apaan ? " " Itu bos kita namanya kan Arion, itu nama kayak nggak asing gitu ditelinga" " Sebenarnya sih gue semalam mikirnya juga gitu " " Ini ya gue kok ngerasa nama Arion itu kayak gue pernah kenal gitu tapi dimana ya ? " tanyanya sambil berpikir dan akhirnya " Oh apa jangan-jangan Arion itu Arion yang dulu yang kakak kelas kita dulu " Valen pun melirik ke arah Jessica dengan malas " Udah lah nggak usah disama-samain nama Arion di dunia itu bukan cuma satu kali ribuan siapa tau bukan dia yang Lo maksud " " Kalau itu bener gimana ? setau gue dia itu kan dia ngejar-ngejar Lo dari dulu tapi Lo selalu nolak dia " " Ya terus ? " " Ya terus Lo harusnya terima lah secara dia itu kan kakak kelas yang Coll,pinter, cakep, dan mantan ketua OSIS semua cewe pada tergila-gila sama dia, bisa-bisanya Lo nggak tertarik sama cowo modelan kayak kak Arion " " Ya terus Lo suka ? kalau Lo suka ambil aja " " Gak ah ngapain gue kan udah punya Dimas ayang beb gue " ucapnya sambil membayangkan ketampanan sang pacar " Idih alay Lo !!! " sarkas Valen " Oh iya btw kapan pacar Lo pulang ? " " Katanya sih Minggu depan baru dia pulang " Kekasih dari Jessica merupakan seorang pilot yang hampir setiap dua Minggu sekali terbang keluar kota. " Oh... gitu " Suasana kembali hening setelah pembicaraan tadi Valen kembali diam dan memikirkan nama Arion nama yang sama seperti seseorang yang pernah ia benci dulu. " Apa dia orangnya ? " batin Valen sambil kembali memakan bakso pesanannya
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN