Pagi harinya Valen seperti biasa tengah bersiap untuk berangkat ke kantornya. Hari ini adalah hari pertamanya bekerja. Sekitar dua puluh menit tibalah Valen di kantor Aron grup.
Terlihat Jessica sahabatnya sudah menunggu di depan kantor dan tersenyum sambil melambaikan tangannya. Keduanya pun memasuki kantor dan kebetulan Valen dan Jessica berada di satu ruang dengan salah satu pegawai yang bernama Donita.
Donita merupakan teman satu kantor yang baru Jessica dan Valen kenal. Sifat Donita yang ramah dan satu server memudahkan keduanya akrab di waktu yang terbilang singkat.
" Pagi Donita " sapa Valen yang melihat Donita tengah bergelut dengan berkasnya
" Pagi Len Jes " jawabnya dengan menatap mereka sekilas
" Widih pagi-pagi udah sibuk aja ni " ucap Jessica
" Iya nih ada beberapa berkas yang diperlukan sama si bos, habis makan siang nanti si bos butuh ini semua jadi gue ngebut ngerjainnya "
" Oh gitu " ucap keduanya
Valen dan Jessica pun langsung duduk dan memulai pekerjaan mereka. Tiba-tiba suara Donita menghentikan pekerjaan keduanya.
" Oh iya Len tadi sekretaris bos datang kesini sebelum Lo datang katanya habis makan siang Lo harus ke ruang bos Lo ditunggu disana "
" Hah gue ? " ucapnya sambil menunjuk dirinya sendiri
" Iya "
" Emangnya mau ngapain Don ? " tanya Valen lagi
" Waduh nggak tau ya Len soalnya tadi mbak Fany bilang gitu aja soalnya gue juga tadi nggak nanya lagi " ucap Donita yang menyampaikan pesan dari Fany yang merupakan sekretaris di perusahaan itu.
" Oh ya sudah gue nanti ke sana, makasih ya infonya "
" Yo'i sama-sama Len "
Mereka pun kembali dengan pekerjaan mereka masing-masing, hingga tak terasa jam makan siang pun tiba ketiganya sepakat untuk makan bersama di kantin perusahaan itu.
Selesai makan siang sesuai perkataan Donita, Valen pun akhirnya menuju ruangan bos besar yang berada di lantai sepuluh. Kini Valen telah sampai di depan pintu yang bertuliskan Ruang CEO. Valen pun menarik nafasnya dan mengeluarkannya secara perlahan. Entah mengapa rasanya dia menjadi deg-degan tidak biasanya. Tidak berpikir lama Valen pun mengetuk pintu itu.
tok...tok...tok...
" Masuk " suara lelaki yang berasal dari dalam
Valen pun membuka pintu itu dan masuk. Hal pertama yang ia lihat adalah ruangan yang lumayan luas dengan buku-buku tertata rapi dan interior di dalam ruangan itu pun terkesan klasik tetapi tetap elegan dengan warna hitam mendominasi nya. Terlihat seorang pria yang duduk di bangku kebesarannya sembari membelakangi Valen.
" Apa kau tidak lelah berdiri di sana ? "
deg...
" Suara itu... ? " batin Valen
" Silahkan Duduk " ucap pria itu dengan suara baritonnya
Valen pun akhirnya menuruti perkataan bos nya itu.
" Perkenalkan nama mu " ucapnya yang masih membelakangi Valen
Valen yang masih berusaha positif thinking pun akhirnya membuang pikiran negatif itu dan menarik nafasnya sebelum menjawab pertanyaan dari bos nya itu.
" Baik pak nama saya Valentina Apriliana pak bapak bisa memanggil saya Valen, usia saya dua puluh dua tahun saya alumni mahasiswa S1 jurusan ilmu komunikasi "
Tanpa Valen ketahui dibalik kursi itu Arion tengah tersenyum penuh kemenangan bahwa perempuan yang ia kagumi selama ini telah ia temui. Tanpa basa-basi Arion pun berbalik menghadap Valen dan....
Taraaa.....
Orang yang selama ini Valen hindari kini ada dihadapannya dan yang lebih mengejutkan baginya adalah CEO di perusahaan tempat ia bekerja saat ini adalah Arion, pria yang paling ia benci karena tingkah tengil ya dan selalu mengejar-ngejar dia.
" Lo !!! " tunjuk Valen dengan ekspresi yang mengejutkan sedangkan Arion yang ditunjuk pun hanya memasang senyum yang menyebalkan tetapi sayangnya semakin tampan hanya karena dia tersenyum.
" Halo cantik apa kabar ? nggak usah kaget gitu kali biasa aja gue tau kok kalo gue itu tampan melebihi pangeran di muka bumi ini "
" Pede banget " gerutu Valen
" Aduh apes banget hidup gue, kenapa harus ketemu dia lagi sih ! " batin Valen
" Galak amat nanti tambah cantik Loh "
" Modus ! "
" Ye ini bukan modus tapi serius "
jawab Arion dengan menaik turunkan kedua alisnya sambil tersenyum mengejek Valen dan itu cukup membuat Valen darah tinggi hanya dengan melihat wajah tengilnya Arion.
" Gimana ucapan ku ke bukti kan kalau kita akan bertemu kembali "
" A..apaan sih nggak ! oh gue tau ini pasti akal-akalan kakak kan biar gue masuk ke perusahaan kakak iya kan "
" Haha... ngapain susah-susah cari Lo Len kalo gue mau gue juga cari Lo dari dulu "
Flasback on
Terlihat gadis dengan seragam putih abu-abu nya sedang duduk di taman sekolah sambil membaca buku pelajaran yang ia bawa. Tak lama datanglah perempuan menghampirinya dengan membawa dua plastik berisikan es teh dan juga beberapa cemilan untuk menemaninya membaca.
" Len ini pesenan Lo "
" Makasih ya Jes Lo emang sahabat gue yang paling baik hihi..."
" Baru nyadar Lo "
" Hehe makasih sayang "
" Iya sama-sama "
Tak lama setelah itu terdengar suara gaduh siswa yang lain pun berlari menuju lapangan di sekolah itu
" Itu anak-anak pada ngapain sih lari-larian" heran Valen
" Nggak tau "
Kemudian Jessica mencoba menghentikan salah satu siswa yang hendak ber lari ke lapangan sekolah itu.
" Eh sis ini ada apa sih kok pada rame-rame gitu " tanyanya kepada teman satu angkatannya yang bernama Siska
" Itu kak Arion, kak Arion lagi bikin kehebohan "
" Kehebohan, kehebohan apa ? " tanya Valen pun turut penasaran
" Aduh nggak tau deh mending Lo ikut juga Len soalnya ini menyangkut Lo juga " ucap Siska
" Hah gue ? gue ada salah apa sama dia ? "
" Udah ikut aja yuk biar kita juga pada tau gue juga kepo nih " ucap Jessica
" Ya udah ayo " ucap Siska dan Valen
Mereka bertiga pun akhirnya menuju lapangan sekolah itu, dan tanpa ketiganya duga disana sudah ada Arion yang kini sedang berteriak memanggil nama Valen dengan setangkai bunga mawar ditangannya.
" Valen apakah kau tau cintaku padamu ini sedalam samudra dan seluas angkasa "
" Jika Lo nggak percaya belah saja d**a gue disana selalu ada nama lo dihati gue "
" Valen Lo mau nggak jadi pacar gue, mau ya please " ucapnya terakhir kali kala melihat Valen tak jauh dari tempatnya berdiri
Para murid yang ada disana pun akhirnya menyoraki keduanya.
" Cie Valen ditembak kak Arion "
" Anjir Arion Lo keren banget "
" Terima Len terima lumayan cogan itu"
" Terima terima terima... " ucap para murid dari kelas satu sampai kelas tiga
Kurang lebih begitulah para murid yang menyaksikan kejadian pada siang ini. Valen yang sedari tadi diam pun kini wajahnya memerah karena menahan malu. Tak ingin lebih malu lagi Valen pun berlari menuju kelasnya tanpa memperdulikan teriakan dari Arion.
" Loh Valen mau kemana terima dulu Cinta gue Valen Valen " teriak Arion yang mengejar Valen
" Nggak mau kak gue nggak mau "
" Valen tunggu "
" Cie cie " sorakan teman teman satu sekolah Valen dan Arion
" Valen tunggu, oke kalo Lo nggak mau dengerin gue gue pastiin kita bakal ketemu lagi, dan Lo pasti jadi kekasih gue selamanya ingat itu Valen " ucapnya tetapi tidak dihiraukan oleh Valen
flashback Off
Begitulah kejadian yang paling memalukan bagi hidup Valen seumur hidupnya. Kejadian yang begitu tiba-tiba dan pada saat itu membuat Valen benci dengan Arion, gadis itu berharap tidak akan bertemu lagi makhluk seperti Arion. Tetapi walaupun sudah menghindar bertahun-tahun rupanya takdir mempertemukan nya kembali dengan Arion, di perusahaan tempat ia bekerja saat ini.
Valen terdiam
" Benar juga, kalau dia mau ketemu gue kan dari dulu aja dia cari gue duh kenapa gue bisa kejebak gini sih dan dari banyaknya CEO yang ada di kota ini kenapa harus dia sih Gusti " ucap Valen yang hanya berkomat-kamit bak dukun baca mantra.
Tanpa Valen sadari Arion sedari tadi memperhatikannya dengan senyum yang merekah dan kini Arion tengah berada di hadapannya. Jarak keduanya pun semakin dekat. Valen pun dapat melihat ketampanan Arion yang begitu menawan, hidung mancung, alis tebal, rahang yang tegas, dan terdapat lesung pipi membuat ketampanan Arion bertambah berkali-kali lipat .
Tanpa sadar membuat Valen menatap dengan penuh kagum, tidak hanya Valen, Arion pun sama menatap wajah cantik Valen, kulit putih, mulus, mata bulatnya Valen yang kini menatapnya. Bagi Arion Valen masih tatap sama seperti beberapa tahun yang lalu saat ia temui di sekolah dulu, dan sejujurnya wajah ini yang selalu ia dambakan beberapa tahun terakhir.
Disaat mereka sedang asyik dengan pikiran masing-masing, tiba -tiba....
" Ri ini ada beberapa berkas yang perlu Lo tanda tanganin nih, sama Lo jangan lupa hari ini Ra...Pat... eh sory... sory gue nggak liat kok sumpah " ucap orang itu memalingkan tubuhnya
Menyadari seseorang masuk tanpa permisi membuat Valen dan Arion pun salah tingkah dan kembali dalam posisi masing-masing.
" ehem... em... untuk berkas ini biar saya cek kamu boleh kembali keruangan " ucap Arion yang mencoba untuk tetap tenang
" Ba..baik pak terimakasih kalau begitu saya permisi dulu " ucap Valen buru-buru keluar dari ruangan Arion dan melewati seseorang itu tanpa menatapnya.
" Permisi pak " ucap Valen melewati orang itu
" Ah iya mbak silahkan "
Setelah Valen keluar, seorang lelaki yang masuk itu pun segera duduk dihadapan Arion dengan wajah yang bertanya-tanya. Lelaki itu ialah Arya Arya Saputra. Arya merupakan teman Arion semasa mereka SMA dulu Arya bekerja di bagian desain grafis.
" Ri gue kayaknya kenal deh sama itu orang tapi dimana ya ? "
" Ya iya lah Lo kenal diakan Valen adik kelas kita dulu "
" Valen ? Valen... oh Valen... yang anak pendiam dan kutu buku itu "
" He'em "
" Astaga dia cantik banget sekarang pantes gue kayak pernah liat itu orang tapi dimana gue lupa, ternyata Valen adik kelas yang Lo kejar-kejar dulu "
" Ya begitulah "
" Jangan bilang kalo Lo mau dapetin tu cewe "
" Iya emang kenapa ? "
" Gila Lo terus si Sindy sama Vega Lo mau kemanain ? "
" Mereka berdua? ya elah Lo masih bingung aja, mereka cuma gue buat main-main aja kok nggak serius "
" Wah Lo parah sih hati-hati nanti kena karma baru tau rasa Lo "
" Udah Lo tenang aja itu semua bakalan gue atasin sendiri " ucapnya sambil memasang smirk nya
" Udah lah terserah Lo "
Kemudian Arion pun kembali memeriksa berkas-berkas yang sudah menunggu untuk diselesaikan.