Kekesalan Valen dan Lamaran dadakan

1527 Kata
Valen pun kembali ke ruangannya dengan wajah cemberut. Sesampainya di ruangan kerjanya Valen duduk sembari menatap lurus ke arah laptopnya. Jessica dan Donita yang melihat perubahan mood dari temannya pun bertanya sebenarnya apa yang membuat Valen seperti ini. " Lo kenapa Len ? datang-datang muka ditekuk aja " tanya Jessica " Iya nih kenapa Lo diapain sma big bos ? " Valen pun tetap diam tanpa menjawab pertanyaan dari kedua temannya itu, dia hanyut dalam pikirannya sendiri. " Bisa-bisanya gue ketemu dia lagi, astaga cobaan apa lagi ini ya tuhan " keluhnya dengan mulut yang komat-kamit Jesica dan Donita yang tidak mendapat jawaban pun akhirnya memanggil Valen dan membuyarkan lamunan Valen. " Len Valen hei " ucap Donita menggoyangkan tubuh Valen " Arion jin Tomang " ucap Valen tanpa sengaja karena terkejut Jesica dan Donita yang mendengarnya pun spontan tertawa mendengar julukan yang Valen berikan kepada Arion yang tak lain bos mereka sendiri. " Haha... apa Lo bilang jin Tomang ? haha " tawa Jesica " Wah parah Lo bos ganteng gitu dikatain jin tomang " ucap Donita memuji sosok bos nya itu " Apa Lo bilang ganteng ? " tanya Valen untuk memastikan pendengarannya " He'em Lo apa nggak liat Pak Arion itu ganteng, pinter, diusianya yang masih dua puluh empat tahun aja dia udah jadi CEO di perusahaan ini kurang keren apa lagi coba " " Nggak sekeren itu sih, udahlah gue sebel ngapain sih harus ngomongin itu orang nyebelin tau " Valen yang masih sebel pun melirik ke arah Jessica yang sedari tadi hanya diam. Diamnya Jessica merupakan suatu kejanggalan baginya dan entah mengapa Valen pun jadi curiga kepada Jessica, pasalnya dia yang bersi keras untuk mengajaknya melamar di perusahaan ini. " Jes Lo tau semuanya kan ? " tanya Valen dengan menyipitkan matanya ke arah Jessica " E hah... a... apa gu..gue nggak tau apa-apa " ucapnya yang gugup dan memalingkan wajahnya dari Valen " Bohong. Jujur sama gue Lo dari awal tau kan kalo bis disini itu dia " " Gue... " " Jawab jujur ! " Jesica yang mendapat desakan pertanyaan dari Valen pun mau tak mau akhirnya mengaku bahwa dia sudah mengetahui dari awal pemilik perusahaan ini ialah Arion yang tak lain tak bukan adalah kakak kelas mereka dulu yang sangat tergila-gila dengan Valen. " E.. gini Len jangan marah dulu sebenarnya... " " Sebenarnya apa ! " tanya Valen dan semakin mendekat ke arah Jessica Jessica yang merasa penasaran terus bertanya kepada Jessica dengan tatapan yang mengintimidasi. " Lo tau kan kalau atasan kita itu Arion iya kan Jes " " Len gue... " tok...tok...tok... Terdengar ketukan pintu dan ketiganya pun menoleh secara bersamaan. " Permisi disini yang namanya Valen siapa ya ? " tanya Bella yang merupakan sekretaris Arion " Saya mbak kenapa ya ? " tanya Vallen dengan sopan " Oh kamu, gini saya hanya menyampaikan bahwa mbak Vallen diminta untuk ke ruangan bos sekarang " " Sekarang ? emangnya ada keperluan apa ya mbak ? " " Kalau itu saya kurang tahu mbak lebih baik mbak Vallen segera ke ruangan bos saja biar lebih jelas saya hanya menyampaikan pesan ini saja mbak " " Oh gitu, ya susah kalau gitu saya segera kesana makasih ya mbak " " Iya mbak sama-sama saya permisi " " Iya mbak " Setelah Bella pergi dari ruangan itu kini tinggallah tiga sejoli. Jessica dan Donita pun melihat raut wajah Vallen yang sedikit marah. Akhirnya dengan lirikan mata Jessica dan Donita pun kompak ingin menjaili teman nya itu. " Cie yang mau ketemu sama masa lalu " ledek Jessica " Cie Vallen seneng itu pasti " " Udah cepet susulin sana pengeran udah menunggu putri Vallen untuk datang ke ruangannya " " Ckk... apaan sih nggak jelas Lo pada " jawab Vallen yang semakin badmood Tidak ingin mendengarkan ledekan teman-temannya Valen dengan segera berjalan menuju ruangan bosnya itu. Jessica dan Donita pun kompak menertawakan temannya itu, bagi mereka menggoda Vallen adalah suatu hiburan disaat sedang stres mikirin pekerjaan. Sesampainya di depan pintu CEO Vallen pun mengetuk pintu itu tok...tok... " Masuk " ucap seseorang di dalam " Permisi pak bapak mencari saya ? " tanyanya yang to the point " Iya silahkan duduk " ucap Arion mempersilahkan Vallen untuk duduk Vallen pun duduk dengan menatap bos tengilnya itu. " Saya mau minta tolong sama kamu bisa kan ? " " Minta tolong apa pak ? " " Hari ini perusaahan mengeluarkan produk baru dan karena kamu disini sebagai even organizer saya minta kamu yang menangani even ini " " Kira kira acarnya dimana pak dan kapan kiranya acara itu dimulai ? " " Bulan depan dan saat ini saya ingin mengajak kamu ke cafe Deket perusahaan untuk bertemu dengan rekan saya " " Baik pak " Arion pun tersenyum jail menatap Vallen usahanya kali ini benar-benar berhasil tanpa Vallen ketahui bahwa sebenarnya acara ini sebelumnya sudah dihandle oleh Bella dan dirinya, dan tinggal melaksanakan acaranya saja. Itu semua Arion lakukan agar dirinya bisa lebih dekat dengan sang pujaan hati. " Baik kalau begitu apa kita bisa berangkat sekarang ? " tanya Arion " Bisa pak " " Baik kalau begitu mari " Vallen dan Arion pun berjalan menuju parkiran tempat mobil Arion terparkir dan menuju tempat yang dimaksud Arion. Sekitar lima menit mobil mereka pun melaju membelah kota Jakarta, perjalanan kali ini terasa sepi tanpa adanya suara musik dan obrolan diantara mereka. Arion yang menyadari Valen kurang nyaman pun akhirnya memutuskan untuk memutarkan musik di mobil itu. Tak lama setelah itu terdengar suara Valen yang bertanya kepada bosnya itu " Pak sebenarnya kita mau kemana sih ? kok belum sampai ya dari tadi ? " Arion yang mendengarnya pun tersenyum " Lima menit lagi kita akan sampai " " Kalau kamu lelah tidur aja " " Tidak pak terimakasih " " Nggak usah formal gitu kali kita kan cuma berdua panggil aja gue Arion " " Nggak usah pak itu nggak sopan " " Tapi gue nyuruh Lo seorang bawahan kan memang harus nurut sama atasan" " Oh atau Lo mau panggil gue sayang ? boleh kok " ucapnya dengan senyum jailnya Velen yang mendengarnya pun hanya melirik sinis ke arah Arion " Apaan sih nggak jelas " " Haha... Lo kalau marah jadi tambah cantik tau len, jadi pengen.... " " Pengen apa ? nggak usah macam-macam ya " ucap Valen yang mulai bersiaga " Jadi pengen nerkam wrauw... " ucapnya dengan tangan kanannya yang menggerakkan seperti singa " Eh...eh jangan... nggak usah macam-macam atau gue turun sekarang nih " " Berhenti gue mau turun, atau gue loncat nih " ancam Valen " Eh..eh jangan dong nanti kalau Lo luka kan sayang kulit Lo ke gores nggak cantik lagi nanti " " Biarin... udahlah gue mau turun !!! " " Nanti aja turunnya bentar lagi nyampe nih " " Emang Lo mau bawa gue kemana sih" " Ke suatu tempat, udah Lo tenang aja gue nggak bakal nyulik Lo kok, dan gue nggak bakal ngapa-ngapain Lo sebelum kita halal " " Idih pede banget Lo ! " Arion pun hanya tersenyum mendengar ucapan terakhir Valen tak lama kemudian mereka pun telah sampai di suatu danau. " Udh sampe ayo turun " ajak Arion Valen pun memandangi tempat itu, dan ia rasa tak asing dengan tempat itu. " Ini kan tempat... " batin Valen " Ayo turun... " ajak Arion untuk yang kedua kalinya, dan entah kapan Arion sudah berada di samping kiri Valen dengan membukakan pintu mobilnya dan mengulurkan tangannya untuk menggandeng tangan Valen. Valen yang tersadar akan lamunannya pun segera keluar tanpa menerima uluran tangan dari Arion. Walau begitu Arion tak mempermasalahkan hal itu. Valen berjalan terlebih dulu dan disusul Arion dibelakangnya. Sejujurnya Valen pun merasa nyaman berada di tempat ini suasana sejuk yang membuat Valen betah ditempat ini. Tanpa Valen sadari Arion sudah ada dibelakangnya dan berkata... " Ternyata Lo masih inget juga ya sama tempat ini " ucapnya yang menatap luasnya danau dan sesekali menghirup udara segar tanpa melihat Valen " Karena tempat ini merupakan tempat favorit gue terlalu banyak kenangan disini " batin Valen " Oh gue tahu kenapa Lo bisa nyaman sama tempat ini " ucap Arion yang sok tahu Velen pun menoleh " Apa ? " " Pasti Lo keinget gue kan waktu gue nembak Lo untuk ke sekian kalinya " " Idih enak aja nggak ya sok tau Lo " " Udah ngaku aja, Lo sebenarnya masih belum bisa move on kan dari gue iya kan ? mangkanya kalo ada cowo nembak tu terima " " Itu kan mau Lo gue mah nggak " " Masak Lo yakin nggak mau terima gue ? kalo seumpama gue tembak Lo lagi Lo nggak mau Nerima cinta gue ? " tanyanya dengan wajah serius dan penuh harap " Apa ini ? jangan bilang kalo jin Tomang mau nembak gue lagi " batinnya " Len... " " Hah ? " tanya Valen dan menoleh ke arah Arion, dan dia melihat Arion kini tengah duduk berlutut ke arahnya sambil membawa sebuah cincin emas yang cukup bagus " Eh a...apaan ini ? " tanyanya dengan perasaan yang campur aduk " Lo mau nggak jadi istri gue ? " deg....
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN