" Len Lo mau nggak jadi istri gue "
deg...
Apa Valen tidak salah dengar kan ? itu tadi merupakan lamaran dadakan ? Valen Bleng seketika tidak pernah terpikirkan sebelumnya bahwa lelaki yang dulu menyukainya pun kini melamarnya dan mengajaknya untuk hidup bersama dalam ikatan pernikahan
" Valen... hei Valen... " panggil Arion dengan sedikit mengguncangkan tubuh Valen
" Hah apa ? "
" Gimana Lo mau nggak ? gue tau kok ini terlalu cepat tapi percayalah Len cinta gue ke Lo itu tulus gue nggak pernah main-main yang namanya perasaan "
" Tapi ini terlalu cepat buat gue, jujur gue belum ada pikiran untuk menikah di usia muda, gue mohon Lo ngerti ya " jujur Valen
" Ya gue ngerti, tapi kita bisa lebih dekat lagi kan maksud gue kita bisa menjadi sepasang kekasih gitu "
" Sorry ri gue nggak bisa maaf " ucap Valen yang langsung meninggalkan Arion seorang diri
" Len Valen dengerin gue cinta gue ke Lo itu tulus percaya sama gue Len "
" Valen " teriak Arion yang melihat kepergian Valen
" Apa sesusah ini untuk mendapatkan hati mu Len ? " tanyanya pada diri sendiri
Malam harinya sekitar pukul sepuluh malam Valen pun enggan menutup matanya. Entah mengapa kata-kata bahwa Arion yang mencintainya itu selalu terbayang bayang di kepalanya. Hal itu yang membuat Valen merasa terusik dan sulit untuk tidur. Dikarenakan tidak bisa tidur Valen pun memutuskan untuk mendengarkan musik pengantar tidur melalui ponselnya itu dan mencoba untuk memejamkan matanya, hingga sepuluh menit berlalu Valen pun akhirnya dapat tidur.
Tetapi dirinya kembali terusik dengan beberapa pesan masuk di ponselnya itu. Awalnya Valen hanya menghiraukan saja. Tetapi semakin lama bunyi ponselnya itu semakin mengganggunya, dengan terpaksa Valen pun membuka pesan singkat itu. Dilihatnya nomor tidak dikenal.
" Siapa yang nge chat gue malam-malam gini ? nomor tidak kenal lagi " gumamnya
Pesan itu berisikan
" Selamat tidur cantik mimpi yang indah ya "
" Jangan banyak begadang nggak baik buat kesehatan ❤️ "
" I Love you swety ? "
Begitulah kirinya isi dari pesan itu. Valen yang tidak merasa mengenal nomor itu hanya menghiraukan saja. Mungkin salah sambung pikirnya. Lalu Valen pun bergegas untuk tidur.
Pagi harinya Valen pun terbangun sekitar pukul setengah lima pagi. Seperti biasa gadis cantik itu menyempatkan diri untuk membantu sang mama memasak dan sesekali beres-beres rumah. Hingga waktu menunjukkan pukul enam lewat barulah Valen bergegas untuk mandi dan lanjut sarapan. Selesai sarapan, Valen bergegas menuju kantor Arion Grup untuk bekerja.
Valen pun berangkat menggunakan motornya kurang lebih lima belas menit Valen pun sampai di perusahaan Arion Grup. Saat memasuki perusahaan seseorang yang merupakan office boy menghampirinya dengan membawa setangkai bunga mawar dan memberikannya ke Valen.
" Mbak Valen ini ada titipan bunga untuk mbak " ucapnya
" Bunga ? buat saya mas ? "
" Iya mbak " jawabnya dengan senyum
" Dari siapa mas ? "
" Saya permisi mbak "
" Loh mas ini bunga dari siapa jawab dulu, mas " tanya Valen yang sedikit teriak karena sang ob sudah berjalan menjauhi Valen
Valen yang bingung pun hanya mengamati bunga itu dan berjalan menuju ruangannya. Sebelum memasuki ruangannya Valen kembali dipanggil oleh salah satu karyawan perempuan dengan senyum yang mengembang dan membawakan satu coklat ditangannya.
" Mbak Valen " panggil karyawan yang bernama sisi itu
" Eh mbak sisi iya kenapa mbak ? "
" Ini ada titipan buat mbak " jawabnya sembari memberikan satu coklat yang telah dibungkus kado berwarna pink dan tak lupa dengan pita nya itu
" Titipan apa ? coklat ? "
" Iya mbak "
" Dari siapa mbak ? "
" Saya permisi dulu ya mbak " jawabnya sembari tersenyum dan meninggalkan Valen
" Loh mbak ini dari siapa ? kok gue ditinggal lagi sih ? aneh orang-orang ini "
Dikarenakan sudah siang Valen pun menyimpan semua pertanyaan di dalam benaknya. Rencananya ia akan bertanya kepada kedua temannya itu, siapa lagi kalau Jessica dan Donita. Valen pikir pasti mereka berdua tahu akan ini semua. Sesampai di depan ruangannya, Valen pun masuk dan tidak mendapati kedua temannya itu. Biasanya kedua temannya itu sudah ada di dalam ruangannya itu karena waktu sudah hampir menunjukkan pukul delapan pagi.
" Loh mereka berdua kemana sih ? apa jangan-jangan nggak masuk ? " tanyanya pada diri sendiri
Valen pun duduk dan segera membuka laptop nya untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan yang sudah menumpuk. Tak lama setelah itu yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga Donita dan Jessica pun langsung duduk di kursi mereka masing-masing.
" Pagi Len " sapa keduanya
" Pagi, kalian habis dari mana kok tumben telat datangnya "
" E kita habis cari sarapan Len hehe " jawab Jessica
" Tapi ini usah siang loh kalian nggak dimarahin bos "
" Kita udah ijin kok sama bos tenang Len " jawab Donita
" Oh gitu ya " jawab Valen yang tak yakin. Sebab tingkah laku kedua temannya ini cukup janggal dan membuat Valen curiga
" Kalian kenapa sih ada yang kalian sembunyi in ya dari gue ? tanya Valen dengan menyipitkan matanya
" Enggak kok Len nggak ada iya kan Don ? " jawab Jessica
" Iya len nggak ada kok " jawab Donita
" Oh "
Sore harinya Valen yang sudah bersiap pun segera memasukkan beberapa buku dan alat tulis ke dalam tasnya. Hingga suara Jesica pun mengitruksi.
" Len sebelum pulang kita ke roof top yuk " ajaknya kepada Valen dan diangguki oleh Donita
Tanpa Valen tahu bahwa keduanya pun telah sepakat dari awal untuk mengajak Valen kesana.
" Ngapain ke roof top? mending pulang udah sore nih " ucap Valen
" Yah kok langsung pulang sih baru juga kelar kerja sekali-kali lah nge fresh in pikiran biar nggak jenuh " ucap Donita
" Iya nih lagian gue juga suntuk kalo di rumah terus " jawab Jessica
" Tapi gue mager guys mau rebahan "
" Ye rebahan terus udah ayuk ikut gue "
" Tapi... "
" Ayo " ucap Jessica dan Donita yang menarik tangan Vallen
Dengan terpaksa Vallen mengikuti kemauan kedua sahabatnya itu baginya percuma saja baginya untuk menolak keinginan kedua sahabatnya itu. Sesampai di rooftop ketiganya pun langsung duduk di salah satu meja dan menikmati angin sepoi-sepoi. Baru beberapa menit Donita berpamitan untuk ke toilet dahulu dan disusul Jesica yang berpura-pura menerima panggilan.
" Eh guys gue ke toilet dulu ya kebelet nih bentar doang kok jangan ditinggal " Ucap Donita yang berpura-pura
" Oke "
" Eh Len sebentar ya nyokap telfon nih "
" Iya jangan lama-lama "
" Iya bentaran kok "
Akhirnya Valen pun menunggu kedua temannya dengan meminum sekotak s**u coklat yang sedari tadi pagi ia bawa. Tidak lama pintu rooftop itu terbuka Valen yang mengira kedua temannya susah datang pun berkata...
" Udah balik kalian ? pulang yuk udah mau magrib nih " ucapnya tanpa menoleh
Tanpa Valen ketahui bahwa seseorang yang membuka pintu tadi ialah Arion bukan kedua sahabatnya itu.
" Buru-buru amat nyantai dulu aja kali " ucapnya sambil meneguk minuman kaleng
" Eh pak Arion " jawabnya dan segera berdiri dari tempat duduknya
" Em saya permisi dulu pak " ucap Valen dan langsung menenteng tasnya tapi keburu Arion menyentuh tangannya
" Valen "
" A...apa pak saya mau pulang permisi pak "
" Tunggu dulu " ucap Arion berjalan ke arah Valen sehingga keduanya pun berhadapan
Tatapan mereka kembali bertemu. Dapat Valen lihat wajah tampan,hidung mancung, dan rahang tegas Arion membuat Valen tak dapat berkedip hanya dengan memandang wajah tampan Arion. Begitu pula Arion, dapat dia lihat wajah cantik,bulu mata lentik dan bibir pink Valen yang dia lihat.
" Apa pak maaf saya masih ada kepentingan saya permisi "
" Valen untuk kesekian kalinya mau kah kau menjadi istriku ? "
" Mau berapa kali bapak bilang ke saya, pendirian saya masih sama saya tidak bisa menerima lamaran bapak, karena cinta tidak bisa dipaksakan pak "
" Tapi gue bisa kasih apapun yang kamu mau tolong kasih gue kesempatan Len please "
" Sorry Ri gue nggak bisa " ucap Valen dan meninggalkan Arion sendiri
" Akh... sial " teriak Arion sambil memukul tembok rooftop itu
Setelah kejadian itu para karyawan dan karyawati yang bersembunyi pun pada keluar. Semula rencana Arion ingin merayakan jika Valen menerima cintanya tetapi rencana itu gagal dan lagi-lagi penolakan yang ia terima.
" Yah pak ditolak " ucap salah satu seseorang karyawan
" Diem kamu udah bubar-bubar pulang semua " ucapnya
" I..iya pak " ucap karyawan itu segera meninggalkan ruangan itu bersama karyawan lainnya
Setelah kejadian itu Arion pun turut pulang dan dia berjanji akan mendapatkan Valen bagaimanpun caranya.