Kabar Kurang Sedap

1427 Kata
Seminggu kemudian... Setelah kejadian itu Valen terus saja menghindari Arion. Walaupun satu perusahaan Valen selalu berusaha menghindar dan menolak ajakan Arion hanya untuk sekedar makan bersama. Kecuali membicarakan masalah pekerjaan saja. Tapi di satu sisi satu kantor sedang membicarakan tentang adanya pembunuhan di sekitar tempat perusahaan tempat mereka bekerja. Beberapa hari lalu salah satu karyawan perempuan ditemukan mati dengan cara yang mengenaskan. Ada beberapa luka akibat tusukan di beberapa bagian tubuhnya, dan lebih mengerikan lagi beberapa jari di tangan kanannya pun sudah tidak lengkap. Kuat dugaan wanita itu terkena korban penjabretan dan pelaku memiliki riwayat psikopat. Seluruh karyawan menjadi was-was setelah mendengar berita itu. Tak terkecuali tiga perempuan yang saat ini tengah duduk di kantin perusahaan saat makan siang berlangsung. " Jes, Don kalau dipikir-pikir serem juga ya sama pelaku itu " " Iya bener sepertinya pelaku memang benar-benar psikopat deh sampe tega memutilasi tubuh korban " ucap Donita membenarkan " Iya nih gue jadi ngeri kalo kemana-mana sendiri " ucap Jessica " Mangkanya kalo kemana-mana tuh ajak kita berdua misalnya pas lagi shopping gitu boleh lah sekalian ditraktir ya nggak Len ? " goda Donita Valen yang mendengarnya pun hanya tersenyum sambil kembali menikmati jus jeruknya itu " Ye itu mah mau kalian berdua, kalian yang seneng gue yang senep " " Ya nggakpapa kali jangan mojok terus sama ayang beb " ujar Vallen " Iya tuh kalo udah pacaran aja temen nya dilupain " " Biarin gue kan lagi pengen berduaan aja sama ayang gue tanpa diganggu siapapun " " Iya deh iya yang bucin hahaha... " ucap Donita Setelah selesai makan ketiganya segera menuju ruangan mereka untuk kembali bekerja. Dilain tempat Arion yang tengah memeriksa berkas-berkas penting pun dikejutkan oleh kedatangan Fany sekretaris sekaligus orang kepercayaan Arion di perusahaan itu mengetuk pintu ruangan Arion. tok...tok...tok... " Masuk " ucap Arion yang masih setia meneliti satu-satu laporannya " Permisi pak saya mau menyerahkan beberapa laporan yang bapak minta kemarin " " Oh kamu Van, iya masuk aja dan silahkan duduk " " Gimana sudah lengkap semua laporan yang saya minta ? " " Baik pak ini ada beberapa laporan bulan kemarin sama laporan bulan ini " " Oke sebentar saya cek dulu " Arion pun mengecek laporan itu satu-satu. Beberapa menit terpaku pada beberapa lembaran itu Arion pun kembali bertanya " Oke semuanya sudah bagus lalu untuk even selanjutnya berapa biaya yang dianggarkan ? " " Kalau soal itu bendahara yang mengetahuinya pak " " Siapa bendahara sekarang ? " " Mbak Devi pak, beliau yang menggantikan mbak Putri yang beberapa hari lalu resign " " Oke sebentar " Arion pun memanggil bendahara tersebut melalui telepon nya itu. " Siang pak ada yang yang bisa saya bantu ? " ucap bendahara itu " Devi kamu ke ruangan saya sekarang dan tolong bawakan laporan keuangan yang sudah dianggarkan untuk event nanti " " Baik pak segera saya ke ruangan bapak " Tak lama Devi pun telah sampai di ruangan Arion tok...tok... " Masuk " Devi pun masuk sembari membawa laporan keuangan itu dan Arion pun kembali memeriksa laporan itu satu persatu. Dirasa sudah lengkap dan tidak ada masalah, Arion mempersilahkan kedua bawahannya itu untuk kembali ke ruangan mereka. Karena penat Arion pun berhenti sejenak akan pekerjaannya dengan sedikit melonggarkan dasinya dan kembali meminum kopi. Arion pun merebahkan dirinya di sofa ruangannya mencoba untuk tidur sesaat. Beberapa menit Arion mencoba tidur, namun rasa kantuk itu tak kunjung datang. Akhirnya Arion kembali terbangun dan memutuskan untuk membaca berita pekan ini pada surat kabar.Arion kembali dikejutkan dengan berita yang sedang hangat diperbincangkan yaitu sebuah karyawati tempat ia bekerja ditemukan tewas secara mengenaskan tak jauh dari kantornya. " Apa ini seorang wanita tewas mengenaskan dengan badan yang tak utuh, diduga wanita itu adalah korban mutilasi dan orang yang diduga mempunyai riwayat psikopat " begitulah kiranya isi dari surat kabar itu " Anjir ngeri bener, kok gue bisa nggak tau ya kalau ini terjadi di Deket kantor gue " " Wah gue harus siap siaga nih jangan sampe pelaku itu memasuki kawasan perusahaan, bisa-bisa dia menghabisi karyawan-karyawan gue lagi dan lebih parah nya lagi gue. Aduh ogah amit-amit gue masih pengen hidup " pikirnya Kerena waktu masih menunjukkan pukul dua siang Arion menghubungi sekretarisnya untuk menanyakan jadwal apa saja yang ia kerjakan. " Halo Fany coba liat jadwal saya hari ini ? " " Untuk hari ini bapak tidak ada jadwal kemanapun pak. Tatapi di hari Senin bapak ada pertemuan dengan kolega dari Amerika " " Hari Senin, itu berarti dua hari lagi ya ? jam berapa saya bertemu dengan nya ? " Sekitar jam sepuluh pak di cafe dekat perusahaan " " Oh baiklah kalau begitu terimakasih ya " " Baik sama-sama pak " Panggilan itu tertutup entah mengapa Arion hari ini sangat merasa lelah dan seperti tidak ada semangat. Pria dengan tinggi 180 cm itu memutuskan untuk tidur di kamar pribadi yang berada di ruangan kerjanya. " Ah... rasanya lelah sekali " ucapnya yang sudah duduk di ranjang kamar miliknya " Sebaiknya gue tidur lebih dahulu " Akhirnya Arion pun tidur di kasur kecil miliknya. *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* Pagi harinya Arion membuka matanya dia terbangun dengan melihat ke arah sekeliling dan dia baru menyadari bahwa dirinya masih berada di kantor miliknya. " Gue dimana ? " tanyanya pada diri sendiri " Lah gue masih di kantor ? jam berapa ini ? " " Astaga jam delapan pagi " " Hari apa ini ? Sabtu astaga " " Kok bisa sih gue ketiduran, nggak ada yang bangunin lagi " ucapnya yang langsung bangun tapi sebelum itu... " Akh... kok badan gue sakit ya ? " Kemudian Arion sedikit kesakitan kala punggungnya bersentuhan dengan bajunya. " Aduh kok sakit sih, apa ini kok merah kaki gue kenapa ada darahnya " " Gue habis ngapain sih sebenarnya ? " " Ah bodo amat ah gue harus segera pulang " Dengan segera Arion membersihkan dirinya dan mengambil kunci mobil untuk pulang ke mancion. Beruntung masih ada satpam yang masih setia di perusahaan walaupun hari libur. Sesampai mancion Arion langsung disambut oleh kedua orang tuanya dan adiknya yang tengah sarapan. " Pagi mah pah " " Nah itu dia anakmu pulang " kata Papa Bagus " Arion sayang kamu kemana aja semalam nggak pulang di telfon ponsel kamu juga mati, sebenarnya kamu itu kemana sih suka sekali bikin papa dan mama khawatir " ucap Mama Dinda " Tau nih Lo kemana aja sih kak gue cari-cariin juga, sampe ke tongkrongan lo gue cariin tapi nggak ketemu " " Temen-temen Lo gue hubungin juga nggak tau Lo dimana, Lo kemana aja sih " " Em.... sebenarnya Arion nggak kemana-mana kok pah,ma " " Arion cuma di kantor aja, Arion ketiduran bangun-bangun pagi tadi hehe... " " Astaga " Ucap kedua orang tuanya beserta adiknya " Ya sudah kamu sarapan dulu bareng kita, pasti kamu belum makan kan ? " tanya mama Dinda " Hehe... mama tau aja kalau anak tampannya ini belum makan " Arion pun ikut menikmati sarapan bersama keluarganya. " Oh iya kak Lo denger nggak sih berita tentang pembunuhan, yang korbannya sampai dimutilasi itu " tanya Satria " Tempat kejadiannya kan dekat perusahaan lu itu " " Oh itu, iya gue udah baca beritanya kemarin " " Serem banget tau masak korbannya sampe dimutilasi itu " ucap satria yang bergidik ngeri " Iya gue nggak habis pikir tega benget yang ngelakuin itu " balas Arion yang memakan sandwich nya " Ya namanya orang yang psikopat pasti bisa ngelakuin itu semua " ucap Papa Bagus " Bener juga " Mereka pun kembali menikmati sarapan mereka, selesai sarapan Arion pun pamit ke kamarnya untuk istirahat. " Mah pah Arion ke kamar dulu ya mau istirahat " " Apa kamu sakit Sayang ? " tanya Dinda " Ari nggakpapa kok ma cuma sedikit pusing aja, mungkin dengan Ari istirahat Ari lebih baikan nanti " " Ya sudah istirahatlah kalau begitu kalau ada apa-apa bilang ke mama dan papa ya " " Iya mah, pah Arion pamit istirahat dulu ya " " Iya istirahatlah dulu sepertinya kamu lelah sekali hari ini " Arion mengangguk-anggukkan kepalanya dan berjalan ke kamar yang berada di lantai dua. " Loh kak katanya mau main futsal jadi nggak nih ? " tanya Satria kepada kakaknya yang sedang menaiki anak tangga " Udah besok aja gue lagi nggak mood " " Yah kakak bilang aja Lo takut kalah kan sama gue " Arion yang mendapat pernyataan dari Satria hanya diam dan tetap berjalan tanpa menghiraukan perkataan adiknya itu. sedangkan kedua orang tuanya kini sudah berada di depan ruang tamu untuk menikmati akhir pekan mereka.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN