Tidak terasa tiga bulan sudah Valen beserta Jessica bekerja di perusahaan Arion Grup. Selama itu pula banyak pengalaman yang mereka petik, mulai dari arti setia kawan bahkan belajar sedikit demi sedikit mengenai kehidupan dan lain sebagainya. Sesuai kesepakatan beberapa saat lalu rencananya perusahaan akan mengadakan liburan akhir tahun di luar kota.
Liburan ini dilakukan bertujuan untuk lebih mempererat rasa solidaritas antar sesama pegawai dengan atasan. Selain itu juga refreshing setelah setahun ini bergelut dengan pekerjaan. Liburan kali ini akan diadakan di Puncak. Rencana mereka akan menginap di penginapan selama tiga hari yaitu hari Sabtu,Minggu, dan Senin tepat di tahun baru.
Saat ini seluruh karyawan tengah menunggu kedatangan bis yang hendak mereka tumpangin.Setelah menunggu beberapa saat akhirnya tiga bus pun datang dan sudah terparkir rapi di depan Perusahaan dan mereka segera berangkat. Setelah menempuh perjalanan hampir dua jam, kini tibalah mereka di puncak.Para karyawan pun turun dan sebelum itu berkumpul atas instruksi dari Arion.
" Oke teman-teman kita berkumpul dulu "
Para karyawan pun berkumpul dan segera mendengarkan perkataan dari Arion.
" Oke dikarenakan sudah berkumpul saya akan memberikan beberapa kunci kamar yang saya bawa. Kalian bisa beristirahat untuk beberapa jam dan setelah itu kita makan siang bersama di restoran "
" Arya silahkan dibagikan kunci kamarnya dan selamat beristirahat "
" Oke bos "
Arya pun membagikan kunci yang ia bawa kepada para karyawan. Kebetulan Valen sekamar dengan para sahabatnya yaitu Donita dan Jessica dan tak lupa dengan Fany selaku sekretaris dari Arion.
" Akhirnya bisa rebahan juga " ucap Valen senang
" Ye Lo mah rebahan terus " ucap Donita
" Iya nih heran gue dari dulu mager Lo nggak kelar-kelar " ucap Jessica yang kini tengah berkaca dengan kaca yang selalu ia bawa
" Ye biarin suka-suka gue lah "
Sedangkan Fany hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat ketiga sahabatnya itu. Fany tergolong orang yang pendiam dan tidak se ribut Jessica dan Donita. Walau begitu Fany merupakan seseorang yang sangat baik dan setia kawan juga.
Tak terasa kini sudah memasuki waktu makan siang seluruh karyawan kini sudah berada di restoran dan kini mereka sedang menikmati makanan mereka. Selesai makan siang mereka ada yang berpencar melakukan foto selfie dan lain sebagainya. Disaat Valen ingin memotret pemandangan yang ada, gadis itu menyadari bahwa ponselnya tertinggal di kamarnya.
" Guys kita selfie yuk " ajak Fany
" Ayo gue ikut dong, Jes,Len ayo ikutan" ucap Donita
" Bentar gue minum dulu, ayo deh "
" Len ayo selfie, bentar bentar ponsel gue mana ya ? " ajak Jessica kepada Valen. sedangkan yang diajak kini tengah kebingungan mencari ponselnya
" Aduh ponsel gue mana ya ? " ucap Valen yang sedang mencari-cari ponselnya
" Lah Lo taruh diman tadi ? coba Lo cek dulu jangan sampe hilang " tanya Jessica
" Dimana ya ? "
Valen mencoba mengingat dimana terakhir kali dia memegang ponselnya
" Oh astaga ponsel gue ada di kamar masih gue charger, gue ambil dulu deh Lo duluan aja nanti gue nyusul "
" Hem ya udah nih kunci kamarnya, habis ini nyusul ya jangan lama" ucap Jesica mengeluarkan kunci dari tas kecil yang ia bawa
" Oke bentar ya "
" Iya "
Valen pun beranjak menuju kamarnya untuk mengambil ponselnya. Selesai mengambil ponselnya Valen pun tidak sengaja melihat seseorang yang sedang berada di belakang villa tempat ia menginap.
" Eh itu orang siapa ngapain sendirian di sana ? " ucapnya yang melihat orang itu sedang berada di semak-semak
Karena penasaran, Valen pun memutuskan keluar untuk melihat orang itu. Valen pun mengendap-endap dibelakang orang itu. Tetapi sialnya Valen tidak sengaja menginjak rating pohon yang jatuh dan menimbulkan suara hingga orang itu pun menoleh dan berlari dari arah itu. Valen yang tidak sempat melihat orang itu pun langsung mengejarnya.
" Hey siapa Lo ngapain disini ! " serunya
Valen pun berlari mengejar orang yang sedang berpakaian serba hitam itu.Namun sayang dirinya tidak berhasil menangkap orang yang Valen duga adalah pencuri.
" Huh... itu orang kok cepet banget sih larinya... huft... capek gue "
Valen pun duduk di batu yang ada di halaman Villa itu. Beberapa detik kemudian Valen melihat ada darah yang bercucuran di rumput itu, karena rasa penasarannya sangatlah tinggi Valen pun mengikuti jejak darah yang ada. Hingga sampailah ia di sekitar sungai
" Eh apa ini darah ? sebanyak ini ? "
" Ih.... kok bisa sih jangan jangan ada disini ada binatang buas lagi "
Valen pun melihat lingkungan sekitar karena merasa ngeri, Valen pun memutuskan untuk kembali ke tempat teman-temannya berkumpul.
Malam harinya kini seluruh karyawan sedang berkumpul mengelilingi api unggun di tengahnya. Acara kali ini yaitu mengadakan permainan dan di selingi nyanyian dari beberapa karyawan yang ingin menyumbangkan lagu. Acara ini berjalan dengan penuh suka cita.
Hingga akhirnya sekitar pukul sepuluh malam, beberapa karyawan pun memutuskan untuk kembali ke dalam kamar mereka tak terkecuali Valen beserta ketiga temannya. Valen yang sedari tadi terdiam pun rupanya diketahui oleh Jessica. Jessica yang sangat peka akan perubahan sikap dan sifat sahabatnya itu pun bertanya mengapa tiba-tiba saja Valen berubah menjadi pendiam seperti sekarang ini.
" Len Lo kenapa gue lihat dari tadi Lo diam aja kenapa ? Lo sakit ? " tanya Jesica yang duduk di ranjang.
Sedangkan Donita dan Fany sedang berada di luar, keduanya tengah membeli makanan untuk pengganjal perut. Maklum keduanya memiliki hobi yang sama, yaitu sama-sama suka makan.
" Enggak kok, nggak kenapa-napa" Bohong Valen
" Udahlah Lo nggak usah bohong, gue tau Lo Len, Lo pasti lagi nyembunyiin sesuatu dari gue kan ? " selidik Jessica
" Enggak Jes, serius deh, ya udah ya gue tidur dulu ngantuk banget gue " ucap Valen yang langsung merebahkan dirinya di kasur dan berselimut hingga hampir menutupi seluruh tubuhnya itu
" Oke "
Jesica yang mendapat jawaban dari Valen pun tak lantas membuatnya percaya. Dia yakin sekali bahwa sahabatnya itu menyembunyikan sesuatu darinya.
" Gue harus cari tau apa yang disembunyikan dari Valen " Batin Jessica yang melihat Valen yang sudah mulai tertidur.
Pagi harinya sekitar pukul tujuh pagi beberapa karyawan dikejutkan dengan seseorang yang ditemukan tidak bernyawa di dekat sungai tak jauh dari tempat mereka menginap. Awalnya yang mengetahui adanya mayat itu adalah Arya sahabat Arion sedari SMA. Arya yang saat itu sedang mencuci wajah di pinggir sungai dikejutkan dengan baju yang terapung di sungai itu. Hingga pria tampan dan memiliki badan atletis itu menyadari bahwa itu merupakan sesosok mayat lelaki yang tubuhnya penuh luka goresan dari benda tajam dan beberapa luka lebam di sekitar tubuhnya.
Oleh sebab itu Arya pun berteriak dan hingga beberapa karyawan berkumpul tempat dimana Arya menemukan mayat itu. Hingga sang pemilik Villa itu pun menghubungi kepolisian untuk mengusut kasus ini. Dikarenakan sebelumnya belum pernah ada kasus seperti ini.
Beberapa jam setelah kejadian itu para karyawan masih membicarakan tentang kejadian beberapa jam yang lalu. Menurut mereka ini merupakan kali kedua bagi mereka yang pernah mendengar berita korban mati secara mengenaskan yang sebelumnya terjadi di dekat perusahaan.
Karena tidak ingin acara gagal maka Arion menghimbau seluruh karyawan untuk tetap tenang dalam menghadapi masalah ini. Arion yang memiliki kreativitas yang cukup baik berinisiatif untuk mengajak karyawan untuk bermain permainan yang seru.
Setelah cukup lelah bermain kini ada waktu untuk mereka istirahat. Saat ini Valen sedang duduk sendiri sembari meminum minuman kaleng yang ia beli sebelumnya. Hingga Valen dikejutkan dengan kedatangan Arion.
" Udah lama disini ? gue boleh ikut duduk ? " tanya Arion basa-basi
" Boleh duduk aja " ucap Valen mempersilahkan Arion
hening sejenak...
" Lo nggak ikut gabung sama anak-anak lain ? " tanya Arion
Pasalnya beberapa dari mereka banyak yang bernyanyi, bakar-bakar sosis yang mereka bawa sebelumnya dan lain sebagainya.
" Nggak gue nggak mood "
" Kenapa ? "
" Nggak kenapa-napa nggak pengen aja "
" Oh... "
" Len " panggil Arion yang menatap Valen dengan intens
" Kenapa Ri ? " jawab Valen yang juga menatap Arion
" Gue mau tanya sesuatu tapi Lo jangan marah ya ? "
" Tergantung Lo mau tanya apa dulu "
" Lo... Lo udah punya pacar ? "
Valen tersenyum singkat
" Belum RI "
" Kenapa gitu ? Lo nggak ada niat pacaran, Lo kan cantik ? " puji Arion
" Bisa aja Lo gombalnya "
" Serius gue nggak gombal, itu faktanya kok " jawab Arion tersenyum
" Ya gimana ya belum ada yang cocok, la Lo sendiri pacar Lo mana ? seinget gue Lo pernah pacaran sama Tiwi temen satu sekolah kita dulu "
" Udah putus gue, udah lama malah "
" Kenapa gitu ? " entah kenapa Valen menjadi tertarik akan obrolan ini
" Dia cewe nggak baik, dia mau sama gue karena hanya memanfaatkan gue aja. Dia nggak tulus sama gue "
" Mangkanya sebelum gue di porotin mending gue putusin dulu "
Valen yang mendengarnya pun hanya membenarkan ucapan Arion dengan cara menganggukkan kepalanya.
" Ya keputusan Lo udah bener, RI "
Keduanya pun kembali berbicara mengenai berbagai hal.Cukup lama mereka mengobrol, hingga keduanya pun memutuskan untuk kembali ke kamar mereka masing-masing.
" Ri gue balik ke kamar dulu ya "
" Barengan aja gue juga mau balik ke kamar gue "
" Okedeh "
Keduanya balik ke kamar masing-masing tapi sebelum itu...
" Akh....." pekik Valen yang akan jatuh
" Valen awas... "
Arion dengan sigap menolong Valen yang hendak jatuh dengan menopang tubuhnya hingga tatapan mereka bertemu. Keduanya pun terdiam dengan pikiran mereka masing-masing.
deg...
" Kenapa nih kok gue jadi deg-degan gini Deket Arion " batin Valen
" Valen cantik banget emang nggak salah gue suka sama dia dari dulu " batin Arion
Hingga suara ponsel Arion membuyarkan lamunan mereka...
drt...drt...drt...
" Eh maaf Len gue nggak sengaja " ucap Arion
" Emm... nggakpapa kok Ri, makasih ya udah nolongin gue "
" Iya sama-sama "
" Gue ke kamar gue dulu ya " pamit Valen
" Iya len hati-hati "
Valen yang mendengarnya pun hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis kepada Arion. Sedangkan Arion pun membalas senyuman itu dan kembali fokus dengan teleponnya. Arion pun melihat siapa yang menelepon nya, ternyata Arya yang merupakan temannya yang memintanya untuk kembali ke tempat biasa dan Arion pun kembali dan berkumpul bersama para bawahannya.