Modus Arion

1974 Kata
Sesuai kegiatan akhir tahun yang diselenggarakan di puncak, kini para seluruh karyawan sudah kembali masuk kantor dan disibukkan dengan berbagai tugas sudah menunggu untuk diselesaikan. Seperti saat ini Arion sedari tadi mulai berkutat dengan laptop dan berbagai berkas-berkas di meja kerjanya. Hingga tak terasa waktu untuk makan siang pun telah tiba. Arion yang biasanya selalu makan di ruangannya, entah kenapa saat ini ia ingin makan di cafe perusahaan dengan ditemani sahabat karibnya, siapa lagi kalau bukan Arya. Kini keduanya pun telah berada di cafe perusahaan dan akan memesan makanan. " Lo mau makan apa Ri biar gue pesenin " tanya Arya yang melihat-lihat berbagai menu makanan di menu " Gue soto ayam aja deh sama es jeruk bro " " Oke gue pesenin " Arya pun bergegas memesankan makanan temannya itu dan juga dirinya. Selesai memesan makanan Arya pun kembali ke tempat duduknya dan tidak sengaja melihat Donita yang sedang tertawa bersama Jessica dan Valen. Memang sedari awal Arya telah memiliki perasaan terhadap Donita. Tetapi entah mengapa dirinya tak kunjung menyatakan perasaannya kepada Donita. Arion yang sedari tadi berbicara dengan Arya sambil memainkan tablet ditangannya pun meletakkan tabletnya itu di atas meja. Pria yang memiliki senyuman manis itu melihat Arya yang sedang menikmati pemandangan di samping kanan tak jauh dari tempat mereka duduk. " Tatap terus sampe lumutan " " Apaan sih Lo ganggu aja " jawab Arya dan langsung meminum es teh pesanannya " Lagian kalau Lo suka, tembak aja sih nggak usah ragu " ucap Arion " Bukan apa gue udah coba beberapa kali tapi hasilnya apa, ditolak gue bro " " Ya dicoba lagi dong jangan pantang menyerah. Lo harus bisa dapetin hati dia kalau Lo memang beneran sayang " " Contohnya gue, gue sampai sekarang juga nggak nyerah tu walaupun udah ditolak beberapa kali sih sama Valen " Tidak beberapa lama makanan yang mereka pesan pun sampai. " Silahkan pak makanannya " " Oh iya makasih Bu " ucap Arion kepada ibu kantin itu Karena sudah sangat lapar, Arion pun segera menyantap soto ayam yang ia pesan begitupun dengan Arya juga memakan gado-gado pesanannya. Selesai makan Arion dan Arya pun kembali ke ruangan mereka masing-masing. Hingga tak terasa waktu pun telah menunjukkan pukul empat sore, itu artinya jam kerja sudah selesai dan saatnya mereka pulang ke rumah mereka masing-masing. Saat ini Valen dan Jessica serta Donita kini tengah berada di parkiran Jessica dan Donita lebih dulu pamit pulang dikarenakan ada kepentingan masing-masing. Saat Valen ingin menghidupkan motornya, entah mengapa motor Valen mogok. " Aduh ni motor kenapa lagi pake acara mogok segala lagi " gerutu Valen Valen pun masih tetap berusaha menghidupkan kembali motornya namun usahanya sia-sia. Disaat bersamaan datanglah Arion yang melihat Valen kesusahan dari dalam mobilnya. " Itu bukannya Valen ya " tanyanya pada diri sendiri Arion pun memutuskan untuk menepikan mobilnya dan menghampiri Valen. " Valen... " panggilnya Valen pun menoleh dan dilihatnya Arion yang sedang menghampirinya " Eh Lo Ri " Valen memang terbiasa memanggil Arion dengan sebutan nama saja jika diluar perusahaan atau sedang berdua saja " Motor Lo kenapa ? " " Nggak tau nih tiba-tiba aja mogok " " Coba gue lihat " Arion pun mencoba mengecek nya " Oh ini sih perlu ganti aki Len " jawab Arion " Oh ganti aki " " Belum Lo ganti ya akinya ? " " Hehe iya belum sempet " " Ya udah kalau gitu motor Lo di tinggal disini aja, gue anterin Lo pulang " " Hah nggak... nggak usah Ri, ini palingan cuma rewel sebentar kok nanti juga nyala lagi " Ucap Valen yang kembali mencoba menghidupkan motornya " Nggak bakal bisa Len, itu ada beberapa komponen yang rusak dan memang perlu di Service, adapun bisa di perbaiki pasti butuh waktu yang lama Len " " Udah sekarang Lo ikut gue, gue anterin Lo pulang, lagian ini udah hampir Maghrib kayaknya sebentar lagi mau turun hujan " Memang benar cuaca sore hari ini tiba-tiba saja berubah gelap seperti akan turun hujan " E.. tapi... " " Udah nggak ada tapi-tapi buruan ayo" ucap Arion yang menggandeng tangan Valen untuk ikut dengannya Akhirnya Valen pun terpaksa mengikuti keinginan Arion. Sebenarnya ada benarnya juga dengan perkataan Arion jika dia tidak segera pulang, sudah dipastikan kedua orang tuanya khawatir dengannya. Kini keduanya pun sudah di dalam mobil dengan Valen yang duduk di sebelah disebelah Arion. " Rumah Lo masih sama yang dulu kan Len ? " tanya Arion " Emangnya Lo tau rumah gue ? " Arion pun tersenyum " Apa sih yang nggak gue tau tentang Lo " " Apa lagi kalau cuma tau tentang dimana rumah Lo kecil itu mah, rumah Lo di jalan Cempaka warna no. 2 kan ?" tebak Arion " Anjir kok dia bisa tau rumah gue sih " batin Valen " Nggak usah kaget gitu, kalau Lo tau gue sering tau lewat jalan itu " " Lo nguntit gue ya " todong Valen " Nguntit enak aja, nggak ya gue tau karena gue beberapa hari yang lalu nganterin nyokap gue ke rumah temennya, nah pas gue pulang gue nggak sengaja liat liat cewe seksi pake baju tanktop dan celana pendek lagi nyapu di depan rumah, rajinnya... calon istri idaman " deg... " Cewe baju tanktop celana pendek.. bentar-bentar... jangan bilang kalau itu gue, aduh mampus gue mau ditaruh mana muka gue " batin Valen Arion yang melihat wajah merah Valen karena menahan malu pun akhirnya tertawa " Haha... nggak usah malu gitu Len gue tau kok kalau itu Lo " " A... apaan sih Lo modus Lo " " Ye modus apaan nggak kok " " Udah lah stop-stop gue turun disini " " Eh..eh kok turun sih hujan lebat tuh nanti kalau Lo kehujanan gimana, nanti sakit Lo nggak kerja besok " " Biarin... " " Ye ngambek... Len, Valen... sayang jangan ngambek dong " goda Arion dengan melirik Valen dan menarik turunkan kedua alisnya " Tau ah gelap.... " ucap Valen yang memalingkan wajahnya ke kiri dan menatap jalanan " Sayang, jangan ngambek dong " " Sayang sayang.... pala Lo peyang gue bukan ayang Lo " sarkas Valen " Galak amat... Lo sekarang emang bukan ayang gue, tapi gue yakin nggak lama lagi Lo akan jadi ayang gue, oh atau lebih tepatnya nyonya Arion " Valen pun melirik sini ke arah Arion yang tingkat percaya dirinya melebihi batas " PD banget Lo " sarkas Valen, sedangkan Arion hanya tersenyum puas karena berhasil menjaili Valen. Beberapa saat kemudian kini tibalah Arion dan Valen di rumah Valen. " Makasih ya RI tumpangannya " ucap Valen yang langsung turun " Eh ini gue nggak disuruh masuk dulu nih, disuguhi minum atau apa gitu " " Lo... " kata Valen menggantungkan kalimatnya " Eh Valen udah pulang sayang " kata seorang perempuan yang tak lain dan tak bukan adalah mama Valen yaitu mama Ira " Mama... iya mah " " Ya udah ayo masuk temennya diajak masuk sekalian ayo masuk nak... " ucap Mama Ira menggantungkan kalimatnya " Assalamualaikum Tante nama saya Arion Tante, Tante bisa panggil saya Ari " ucap Arion sambil mencium tangan mama Ira " Oh nak Ari, nak Ari ini bos nya Valen ya " " Iya Tante sekaligus temen SMA Valen juga " " Oh gitu, ya udah ayo masuk kita makan sekalian ngobrol didalam " " Nggak usah tante saya mau langsung pamit pulang aja " " Loh kenapa ayo masuk dulu nggak usah sungkan ayo masuk " Karena dipaksa mama Ira akhirnya Arion pun masuk ke dalam rumah itu. Sesampai dalam rumah ternyata sudah ada papa Farel dan Andara yang kini tengah bersiap untuk makan malam. " Assalamualaikum om, dan adik manis " " Waalaikumsalam " jawab Dara yang tersenyum tipis. Mungkin batin dara hanya bingung melihat cowok seperti Arion yang baginya tidak Maco seperti idolanya dan terlebih lagi dengan sifat tengilnya Arion " Waalaikumsalam oh ada tamu rupanya, masuk Le... ayo makan malam dulu sama kita " " Nggak usah om ini saya cuma nganterin Valen aja soalnya tadi motor Valen tiba-tiba mogok mangkanya saya antar " " Loh motor kamu mogok lagi nduk? " tanya papa Farel Kata nduk atau Genduk merupakan bahasa Jawa yang digunakan orang tua yang berarti anak perempuan dalam memanggil putrinya, sedangkan Le atau yang berarti Tole merupakan kata yang digunakan orang tua untuk memanggil anak laki-laki. Dikarenakan Papa Farel berasal dari Yogyakarta mangkanya logat Jawa dan kebiasaan nya masih terbawa hingga saat ini walaupun sudah lama tinggal di Jakarta. " Iya pah nggak tau apanya yang rusak" " Ya sudah biar besok papa bawa ke bengkel lagi kalau gitu, sekarang ayo makan dulu " " Ayo nak... " " Arion om nama saya Arion om bisa panggil saya Ari" " Nak Ari ayo makan dulu nggak usah malu anggap aja rumah sendiri, ayo ayo makan, mah tolong ambilkan piring ya untuk Arion " " Iya pah sebentar mama ambilkan " Arion beserta Valen pun duduk di kursi meja makan itu, entah mengapa Valen merasa salah tingkah begini jika duduk di sebelah Arion, padahal sebelumnya ia tak pernah begini. Mereka berlima pun kembali menikmati makan malam yang sederhana ini. Selesai makan malam Arion kini tengah berbincang dengan papa Farel di ruang tamu entah mengapa keduanya begitu mudah akrab, padahal papa Farel tergolong orang yang jarang bisa cepat akrab dengan orang yang baru ia kenal. Karena asyik mengobrol tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam, Arion pun memutuskan untuk berpamitan dengan Papa Farel dan juga mama Ira untuk pulang ke mancion nya. " Om Tante sudah malam Ari pamit pulang dulu ya, dan makasih untuk makan malam kali ini masakan Tante memang the best" puji Arion yang mengacungkan kedua jempolnya ke arah mama Ira " Ah kamu bisa aja sebenarnya hari ini bukan Tante yang masak tapi anak gadis Tante ini yang masak " ucap Mama Ira menyenggol Valen " Wah ternyata Valen pinter masak juga ya baru tau saya Tante " " Apaan sih mah biasa aja, nggak kok mama juga bantuin gue tadi " " Iya, oh iya Tante sampai lupa " " lupa apa Tante... " " Sebentar kamu tunggu disini " Mama Ira pun pergi ke dapur dan kembali membawa sekotak berisikan kue brownis coklat untuk dibawa Arion pulang. " Ini brownis buat kamu dan keluarga kamu tapi cuma sedikit nggakpapa ya yang penting semua kebagian " " Aduh kok repot gini tante, saya jadi nggak enak jadi nya " ucap Arion basa-basi " Ah nggakpapa biasa aja, makasih ya sudah mau mengantar Valen, oh iya titip salam ya sama mama papa kamu maaf sudah ngerepotin kamu " ucap Mama Ira mengusap punggung Arion " Nggak ngerepotin sama sekali Tante beneran deh, iya nanti saya sampaikan salam Tante ke orang tua saya, kalau gitu saya pamit dulu ya om Tante Assalamualaikum " " Waalaikumsalam hati-hati " ucap Papa Farel dan mama Ira bersama " Iya Tante " Setelah mobil yang ditumpangi Arion mulai jauh dari pekarangan rumah Valen, kali ini giliran kedua orang tua Valen yang menggodanya. " Cie senyum senyum sendiri anak mama kenapa kamu suka sama teman kamu itu Hem... " Valen yang tak sadar tersenyum pun akhirnya merubah ekspresi nya menjadi datar. " Apaan sih mah nggak kok siapa yang suka, biasa aja " " Yakin kamu nggak suka nduk ? papa lihat-lihat Arion itu tipe lelaki bertanggung jawab Lo apalagi diusia yang masih muda dia berhasil membangun bisnisnya cocok sudah jadi menantu papa " " Menantu apaan nggak ya pah, Valen nggak mau " tolak Valen mentah-mentah " Eh jangan gitu nanti jadi suka Lo, lagian kalau dilihat-lihat kalian cocok kok perbedaan usia dua tahun kan nggak jauh sayang " " Duh mama sama papa ngomong apaan sih udah lah Valen mau ke kamar dulu " Ucap Valen yang langsung berlari ke kamar sedangkan kedua orang tua Valen hanya tertawa melihat tingkah laku anak sulungnya yang sedari tadi terlihat salah tingkah.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN