Pendekatan Arion

1593 Kata
Keesokan harinya Arion kini sudah terlihat rapi dengan jaket serta celana training nya. Hari ini adalah hari Minggu ia berencana untuk joging di dekat taman kota. Arion pun menuruni tangga dan dilihatnya mama Dinda yang sedang memasak untuk menyiapkan sarapan seperti biasa dan papa Bagus yang sedang membaca koran dengan ditemani secangkir kopi panas. Walaupun memiliki banyak maid mama Inda pasti menyempatkan untuk memasak makanan favorit keluarganya. " Pagi mah pah " " Pagi sayang, tumben pagi-pagi udah bangun kan hari libur " ucap mama Dinda " Iya ma ini Ari mau joging dulu ya di taman kota " " Joging tumben kami joging ah pasti ada udang dibalik bakwan kan ? " tanya papa Bagus " Udang dibalik batu kali pah " ucap mama Dinda membenarkan " Tau nih papa sukanya bercanda aja, lagian sesekali pah cari udara segar gitu loh " " Bilang aja kamu mau deketin cewe yang kamu bilang waktu itu kan ? " tebak papa Bagus " Hehe... papa tau aja itu juga iya sih pah biar lebih Deket gitu " jawab Arion yang sedikit melakukan stretching " Ya udah kalau gitu kapan kamu mau ngenalin ke papa mama ? " tanya mama Dinda yang meletakkan semangkuk kecil berisikan buah-buahan yang dia potong tadi untuk ia konsumsi bersama suaminya itu " Secepatnya ma, Ari janji deh nanti Ari bawa dia kesini untuk Ari kenalin ke papa mama " " Ya udah jangan lama-lama nanti keburu ditikung temen lagi " peringat mama Dinda " Tenang aja ma itu semua nggak bakal terjadi karena Arion yakin kalau Valen hanya milik Arion " " Oh jadi gadis itu namanya Valen " tanya papa Bagus " Iya pah, ya udah ya pah Ari berangkat dulu keburu siang nih " " Iya udah berangkat sana hati-hati" jawab papa Bagus " Oke pah " " Hati-hati nak jangan ngebut " peringat mama Dinda sedikit keras karena sang putra telah menjauh dari hadapannya " Iya ma... " teriak Arion Saat ini Arion tengah melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan sesekali ia menyanyikan lagu yang ia putar. Beberapa menit kemudian Arion pun telah sampai di rumah pujaan hatinya. Pria dengan tingkat percaya diri di atas rata-rata itu pun berjalan menuju rumah Valen. Arion pun mencoba mengetuk pintu itu tok...tok...tok.... " Assalamualaikum " sapa Arion " Waalaikumsalam siapa ya tamu pagi-pagi gini coba ma tolong dilihat " ucap papa Farel kepada mama Ira " Nggaktau pa sebentar mama lihat dulu " Mama Ira pun berjalan ke depan dan dilihatnya Arion yang duduk di kursi depan sembari melihat-lihat lingkungan sekitar. " Eh ada tamu " Arion pun menoleh " Tante assalamualaikum Tante " ucap Arion mencium tangan mama Ira " Waalaikumsalam cari Valen ya " " Iya Tante Valen nya ada ? " " Ada dia lagi di belakang sebentar tente panggilkan dulu ya " " Iya Tante " " Oh iya mau minum apa biar Tante buatin " " Nggak usah repot-repot Tante terimakasih " " Oh ya udah sebentar ya Tante panggil Valen dulu " " Iya Tante " Mama Ira pun memanggil Valen yang berada di belakang gadis itu sedang menjemur pakaian yang baru saja ia cuci. " Valen sayang " " Iya ma kenapa ? " " Itu ada nak Ari didepan kamu temuin gih " " Ari ? ngapain dia sepagi ini kesini ma ? " " Mama juga nggak tau kamu temuin aja dia dulu " " Terus ini... " " Udah itu tinggal aja biar diterusin adik kamu mama bangunin dulu, anak itu kebiasaan mentang-mentang hari libur malah Bangkong dia " " Dara... Andara bangun nak udah siang ini Lo ayo bangun " teriaknya kepada anak bungsunya Sedangkan Valen kini sudah berada di depan dan menemui Arion yang kini tengah berbincang dengan papa Farel. " Ri Lo disini ? " " Iya gue Len gue kesini mau ngajak Lo joging " " Joging ? " " Iya Lo mau kan ? " " Nggak ah gue mager " " Loh kenapa ditolak to nduk kasihan Lo nak Ari kan sudah Dateng jauh-jauh masak kamu cuekin " " Tapi kan pah Valen mager hari ini Valen juga udah ada janjian sama Jessica mau ke mall " " Udah masalah Jessica gampang nanti kalau anaknya ke sini papa bilangin kamu pergi, lagian ke malla kan bisa nanti sore atau malam " " Mending sekarang kamu siap-siap gih sana berangkat sama nak Ari " " Papa ijinin Valen pergi sama Ari ? " " Iya papa ijinin udah sana ganti baju mu " " Tapi pah... " " Udah nggak ada tapi-tapian sana ganti baju " Arion yang mendapatkan sinyal lampu hijau dari papa Valen pun tersenyum penuh kemenangan ia tidak menyangka bahwa papa Valen setuju jika putrinya ia dekati. Sedangkan Valen dengan raut wajah cemberutnya pun berjalan gontai menuju kamarnya. Tidak ingin lama keduanya pun segera menuju taman kota untuk melakukan joging di pagi hari ini. Sesampai taman kota, Valen terlebih dahulu turun dari mobil. Arion yang melihat itu pun bergegas menyusul Valen. " Len tunggu ! " " Ya udah ayo " ucap Valen yang terlebih dulu berlari kecil. Akhirnya keduanya pun berolah raga mengelilingi taman itu. Di taman itu juga sudah penuh orang-orang yang bersepeda bermain skipping dan beberapa dari mereka ada kumpulan lansia yang sedang bersenam. Valen terlihat senang hati ini itu terlihat dari senyumannya yang tak pernah pudar. Melihat Valen bahagia seperti ini entah mengapa Arion pun turut bahagia, terlebih lagi hari ini dia bisa bersama dengan Valen. Hampir satu jam lamanya mereka berolahraga kini keduanya tengah duduk di kursi yang disediakan di taman itu. Terlihat peluh membanjiri kening Arion dan juga Valen. " Huft... capek ya lari lari gini " kata Valen " Nggak sih biasa aja itu karena Lo pasti jarang olahraga kan ? " " Kok Lo tau ? " " Ya tau lah Len kebiasaan Lo yang satu ini kan paling mager kalau disuruh olahraga " " Hehe... iya juga sih " " Oh iya bentar ya gue mau beli minum dulu, Lo titip minum apa biar gue beliin" " Gue air putih aja deh, nih uangnya " ucap Valen mengeluarkan uang yang ia bawa dari sakunya " Nggak usah ini gue ada kok, bentar ya" " Oke, thanks ya RI " " Yo'i " Arion pun berjalan menuju abang-abang yang jualan minuman dan dia kembali dengan dua botol air mineral ditangannya. " Nih Len minum dulu " " Thanks " ucap Valen yang menerima air dari Arion " Lo sering olahraga disini Ri ? " " Ya lumayan hampir tiap Minggu gue nyempetin waktu untuk joging disini " " Oh... " " Oh iya Len kalau nggak salah Lo punya satu adik lagi kan ? " " Oh di dara iya dia adik gue " " Udah gede dong pasti dia kan ? terakhir kali gue tau dia masih SD kan pas waktu jemput Lo di sekolah waktu itu " " Iya itu anak udah SMA kelas 3 " " Sama dong kayak adik gue si Satrya dia juga SMA kelas tiga, di SMA Pancasila " " SMA Pancasila ? lah adik gue juga sekolah disitu, atau jangan-jangan yang diceritain Dara waktu itu adik Lo ?" " Cerita apa ? " " Dia cerita waktu itu ada cowo di sekolahnya yang suka bilang dia cewe jadi-jadian, dasarnya adik gue ya bar-bar nya minta ampun, nggak terima ya langsung adu mulut dah dia sama temannya " " Terus-terus ? " tanya Arion yang mulai minat akan cerita Valen " Ya udah adu mulut terus terjadi, sampai akhirnya adik gue Jambak tu rambut di cowo dan berakhirlah adu jotos itu cowo sama adik gue " " Kok sama yang kayak diceritain Satrya sih jangan-jangan... " batin Arion " Dan habis itu adik Lo kena skors selama tiga hari dan orang tua Lo dipanggil di sekolah ? " tebak Arion " Iya kok Lo tau " " Oh persis, jadi Len cowo yang berantem sama adik Lo itu si Satrya, Satrya adik gue " " Hah... kok bisa ?! " " Iya dari cerita Lo memang bener soalnya adik gue itu satu sekolah sama adik Lo, oh jadi yang diceritain Satrya waktu itu adik Lo " " Astaga... jadi dia " " Terus reaksi bokap nyokap Lo gimana Ri liat kelakuan adik Lo ? marah banget pasti " " Bukan marah lagi, itu anak udah di kasih hukuman sama papa gue " " Lo tau dikasih hukuman apa ? " Valen pun menggelengkan kepalanya " Itu anak di ambil fasilitas nya selama sebulan mulai dari mobil,terus main PS sama uang saku dikurangin separuh sama bokap nyokap " " Astaga kasihan, sama adik gue juga gitu kok motor disita sama bokap dan berakhirlah disuruh naik angkot selama sebulan " " Haha... kasihan banget, tapi kalau nggak gitu mereka nggak kapok Len " " Iya Lo bener RI lagian udah gede juga masih aja berantem, adik gue juga gitu dari kecil sampe sekarang bar-bar nya nggak hilang-hilang jadi maafin adik gue ya RI atas kelakuannya sampe in permintaan maaf dari gue untuk adik gue ke orang tua Lo dan terutama adik Lo " " Gue juga maafin tingkah tengil adik gue ya, itu anak emang suka mancing emosi orang " " Iya nggakpapa " Selesai bercerita keduanya pun memutuskan untuk pulang karena hari sudah mulai siang, dan hari ini merupakan hari bahagia bagi Arion walaupun Valen belum bisa menerima cintanya, tetapi setidaknya Valen sudah mau sedikit terbuka dengan arion mengenai kehidupannya, itu saja sudah membuat Arion senang. Mungkin kedepannya Arion akan lebih berjuang lagi untuk mendapatkan cinta dari Valen.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN