Pagi hari ini Valen dan Arion akan menggelar acara pernikahan mereka. Dalam hitungan jam Valen akan menyandang gelar nyonya Arion, tidak pernah terbayangkan sebelumnya, ia menikahi seseorang yang selalu membuatnya jengkel.
Saat ini disinilah Valen berada di depan cermin dan sedang melihat pantulan dirinya tak lama datanglah mama Ira dan Papa Farel dan juga Andara. Valen yang melihat kedua orang tuanya, serta Adiknya pun tersenyum.
" Papa, mama, Dara "
" Kakak selamat ya semoga pernikahan kakak langgeng gue ikut seneng kak " ucap Dara yang memeluk sang kakak
" Makasih ya dek doanya "
" Sayang selamat ya jadi istri yang baik dan patuhi perintah suamimu " ucap Papa Farel yang memberi nasehat kepada putri Sulungnya itu
" Iya pa insyaallah Valen pasti mengingatnya"
" Sayang selamat ya mama ikut seneng akhirnya putri mama mendapatkan pendamping juga " ucap mama Ira yang meneteskan air matanya
Valen yang melihat itu pun langsung mengusap air mata mama nya dan segera memeluknya.
" Mama jangan nangis dong, ini kan hari bahagia jadi tolong hari ini jangan ada air mata ya "
Mama Ira pun segera menghapus air mata itu
" Ini air mata kebahagiaan sayang " ucapnya yang tersenyum tulus
" Ya udah sayang ayo calon suamimu sudah menunggumu "
" Ayo pa "
Tak ingin lama akhirnya Valen pun keluar dan tak lupa berjalan dengan diantar mama dan papa disamping kanan serta kirinya. Sedangkan Dara gadis itu pun sudah duduk di kursi bergabung dengan para tamu.Sewaktu Valen diantar papa dan mama nya di altar, Valen pun melihat Arion yang sudah tampan dengan jas berwarna putih serta kopiah putih yang ia kenakan.
Memang acara akad nikah kali ini mereka berdua ingin memakai pakaian bernuansa putih. Arion pun begitu yang menatap kagum akan kecantikan Valen dengan kebaya berwarna putih serta jilbab yang menghiasinya, baginya itu membuat Valen terlihat begitu cantik saja.
Valen pun dengan mantap berjalan menuju tempat duduk di sebelah Arion. Setelah semua sudah siap kini giliran Arion yang mengucapkan ijab kabul yang kali ini dituntun oleh papa Farel.
" Sudah siap ? " tanya sang penghulu kepada kedua mempelai
" Sudah pak " jawab Arion mantap
" Sudah pak " jawab Valen
Arion pun menjabat tangan papa Farel dan segera melakukan proses ijab kabul
" Baik saudara Arion Bagaskara saya nikahkan engkau dengan putri kandung saya yang bernama Valentina Apriliana dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai "
" Saya terima nikah dan kawinnya Valentina Apriliana dengan mas kawin tersebut dibayar tunai " ucap Arion dengan satu kali nafas
" Bagaimana para saksi sah ? " tanya penghulu
" Sah " jawab para saksi
Akhirnya pada hari ini pun Valen resmi dipersunting oleh Arion dan kini Valen tengah mencium tangan sang suami. Begitupun Arion kini pun tengah mencium kening Valen dengan penuh kasih sayang.
Setelah acara ijab kabul, acara pun dilanjutkan dengan acara resepsi dan dimana kini penganten baru itu tengah bersalaman dengan para tamu dari para karyawan dan para kolega Arion.
Terlihat Jesica yang datang bersama kekasihnya yang baru saja pulang dari luar kota.
" Valen BESTie ku selamat ya semoga langgeng ditunggu ponakan gue " ucapnya
" Ye Lo bisa aja baru aja nikah, eh btw makasih ya udah datang "
" Valen selamat ya " ucap sang kekasih dari Jessica yang diketahui bernama Bagas itu
" Kak Bagas, makasih ya udah datang makasih juga ucapannya "
" Sama-sama "
" Bro selamat ya " ucap Bagas kepada Arion
" Makasih kak, makasih udah datang, Jes makasih juga ya udah dateng buruan nyusul " ucap Arion kepada Jessica
" Ye gue sih mau aja tapi ini nih sibuk terus " ucap Jessica menyenggol tangan kanan sang kekasih
" Iya iya besok kan aku masih ngumpulin duit yang buat modal " ucapnya yang terlewat jujur
" Haha... bisa aja Lo Jes, ya udah silahkan dinikmati hidangannya " ucap Arion
" Ya udah gue kesana dulu ya Ri "
" Oke siap "
Jesica pun mengajak sang kekasih untuk duduk sambil menikmati hidangan yang telah disediakan. Sedangkan sepasang sejoli yang baru menyandang gelar sebagai status suami-istri itu pun kini tengah duduk di altar. Terlihat Valen yang sesekali menyentuh kakinya guna memijatnya secara perlahan.
" Kenapa sayang kakinya pegel ? " tanya Arion
" Iya nih capek banget, kapan selesainya ya ? "
" Kalau kamu capek kamu bisa istirahat aja sayang dikamar, biar para tamu nanti aku yang datengin "
" Eh jangan dong ini kan acara kita berdua masak cuma kamu yang datengin mereka, nggakpapa kok aku masih kuat "
" Yakin ? nggak mau istirahat aja yang ? "
" Nggak usah sayang aku nggakpapa kok " jawab Valen dengan menyentuh punggung Arion
Setelah melewati serangkaian acara hingga pada pukul sepuluh malam pun keduanya kini tengah berada di kamar baru mereka. Oh ya sebulan sebelum menikah Arion memang telah membeli sebuah mancion untuknya dan Valen. Ya walaupun tidak semegah mancion kedua orang tuanya, tapi bagi keduanya kenyamanan adalah hal yang utama. Mancion itu dihuni oleh Arion dan Valen serta beberapa maid dan juga satpam yang dipekerjakan oleh Arion.
Saat ini Valen yang baru saja membersihkan diri kini tengah bercermin dan menendangi wajahnya. Hingga saat ini dirinya pun tidak menyangka bahwa dirinya sudah menjadi seorang istri. Arion yang baru keluar dari kamar mandi pun tersenyum dikala melihat istrinya tengah menyisir rambutnya di depan meja rias .
" Sayang, kamu ngapain ? " tanya Arion yang memeluk Valen dan sesekali mencium pipinya
" Eh sayang, udah selesai mandinya ? "
" Udah, kamu kenapa senyum-senyum sendiri ? "
" Nggakpapa aku cuma nggak nyangka aja sih kita sudah menjadi sepasang suami-istri, padahal kan dulu kalau diingat-ingat kan kita itu nggak sedekat ini ya " ucap Valen yang mengingat-ingat masa lalunya
Arion pun tersenyum...
" Iya juga, dulu kalau dipikir-pikir kita tu jauh banget, kamu selalu aja menghindar dari aku, eh sekarang malah makin lengket aja sama aku " ucapnya yang mencubit hidung Valen
" Ih sakit tau, ya habis gimana lagi kamu tuh orangnya nyebelin sih "
" Nyebelin tapi bikin jatuh cinta kan ? Hem...hem... " ucapnya yang menaik-turunkan alisnya
" Apaan sih, udah ah aku mau tidur capek "
Valen pun berjalan ke kasur dan merebahkan tubuhnya sambil memunggungi Arion.
" Loh langsung tidur yang ? " tanya Arion yang terlihat lesu dan berjalan ke atas kasur
" Iya lah aku capek sayang "
" Nggak pingin gitu yang "
" Gitu apa ? " tanya Valen yang pura-pura bodoh dan tersenyum jail
" Itu anu... "
" Anu apa sayang yang jelas dong ngomongnya ? " ucap Valen yang menghadap Arion dan langsung menatap wajahnya
" Bikin dedek bayi ayo " ucap Arion frontal
" Haha... " Valen pun tertawa
" Kenapa ketawa yang ? "
" Ya habis wajahmu itu lucu tau, Persis kayak bayi haha... "
" Ih kamu ngeledek aku nih !!! "
" Emang, Arion Baskara kayak bayi "
" Coba bilang lagi ? aku cium nih lama-lama "
" Arion bayi...Arion bayi...Ar... hfmmm.."
Perkataan Valen pun tertunda karena Arion pun langsung melumat bibir merah milik istrinya itu. Valen yang awalnya memberontak pun kini tidak bisa berbuat apapun, selain mengikuti permainan dari sang suami. Setelah puas dengan bibir Valen, kini arion pun bergerak untuk mencium leher serta beberapa tubuh lainnya dan meninggalkan beberapa bekas disana. Hingga saat Arion tidak sabar lagi, pria itu pun berkata...
" Em... boleh ya sayang... " ucapnya dengan suara deep voice nya
Valen yang mendengar perubahan suara Arion pun hanya menelan Saliva dan beberapa detik kemudian pun Valen menganggukkan kepalanya. Mendapat persetujuan dari sang istri pun membuat Arion menjadi semangat empat lima. Tak ingin membuang waktu, Arion pun memulai permainan itu, sedangkan Valen hanya mengikuti permainan dari sang suami. Jujur saja, sentuhan yang diberikan Arion membuat Valen menjadi ketagihan.
Keduanya pun memulai permainan itu, cuaca diluar yang sedang hujan pun turut mendukung kegiatan panas mereka. Setelah hampir dua jam bermain kini Arion pun menatap wajah Valen yang kini tengah tidur dengan damainya.
" Terimakasih sayang, kamu sudah memberikannya untukku, aku sangat mencintaimu istriku "
Kemudian Ario pun mencium kening Valen dan tertidur hingga pagi dengan memeluk tubuh polos Valen dengan posesifnya.