Pagi ini seperti biasa Valen tengah bersiap untuk pergi ke kantor. Dirinya kini tengah bersiap dan berdandan, selesai bersiap Valen pun pergi untuk sarapan bersama keluarganya.
" Pagi ma, pa, Ra " sapanya kepada kedua orang tuanya serta adiknya yang sudah duduk di kursi meja makan
" Pagi kak "
" Pagi sayang " jawab mama Ira
" Ayo sarapan dulu nduk keburu siang nanti " ucap Papa Farel
" Oke pa "
Mereka berempat pun akhirnya sarapan dengan nikmat dan tak lupa diselingi canda tawa dari papa Farel serta Andara. Selesai sarapan Valen pun berpamitan kepada kedua orang tuanya, dan kebetulan juga Arion pun telah sampai di depan rumah Valen. Hari ini Valen dan Arion berangkat ke kantor bersama, itupun karena keinginan Arion.
" Assalamualaikum " Salam Arion
Mama Ira pun pergi keluar untuk menemui calon menantunya itu
" Waalaikumsalam eh nak Ari, ayo masuk kita sarapan dulu yuk " ajak mama Ira
" Ah tidak usah ma Ari tadi udah sarapan di rumah " tolak Arion halus
" Oh ya udah masuk dulu, kamu tunggu disini mau dibuatin minum apa ? "
" Nggak usah repot-repot ma, Ari tadi udah ngopi kok di rumah, lagian ini Ari buru-buru soalnya pagi ini mau meeting "
" Oh gitu ya sudah "
Tak lama Valen pun datang bersama papa Farel dan Andara yang juga akan berangkat ke sekolahnya. Arion dan Valen pun berpamitan kepada kedua orang tuanya.
" Sayang ayo berangkat, aku udah siap"
" Ya udah ayo, ma,pa Ari sama Valen berangkat dulu ya "
" Iya kalian hati-hati dijalan ya " Ucap papa Farel
" Dek kakak duluan belajar yang rajin ya, jangan berantem terus sama Satria" ucap Arion mengusap kepala calon adik iparnya itu
" Iya kak, beres lagian gue juga nggak bakal berantem kalo adik kakak nggak ngeselin "
" Dara... " peringat Valen
" Emang bener kak Satria ngeselin anaknya "
Arion pun tersenyum
" Emang bener sayang, satria orangnya suka mancing emosi "
" Tapi kan... "
" Udah nggakpapa "
" Ya udah yuk berangkat "ajak Arion kepada Valen
" Ya udah pa ma kita berangkat dulu ya, assalamualaikum " ucap Valen
" Waalaikumsalam " ucap papa Farel dan mama Ira
Keduanya pun berangkat ke kantor. Semula baik-baik saja hingga sampai Valen menyadari akan satu hal.
" Sayang ini leher kamu kenapa ? kok merah ? " tanya Valen
" Hah masak ? mana ? "
" Itu disebelah kiri, merah dan sama sedikit biru, kamu habis berantem ya ?" tanya Valen
" Enggak sayang kemarin aku nggak kemana-mana, mana mungkin bisa aku berantem, lagian sama siapa juga aku berantem aku orangnya kan cinta damai "
" Iya juga sih, tapi itu kayaknya parah loh yang, nggak mau di obat in dulu ? " tanya Valen yang mulai khawatir
Mendengar Valen yang mulai perhatian dan khawatir terhadapnya membuat Arion tersenyum.
" Udah sayang kamu nggak perlu khawatir, aku baik-baik aja kok tenang" ucap Arion yang mengelus kepala Valen dengan penuh kasih sayang
" Ada yang nggak beres sama Arion, gue harus cari tau ni " batin Valen
Sesudah itu Arion pun kembali melanjutkan perjalanan hingga tak terasa mereka pun telah sampai di perusahaan. Keduanya pun turun dan berjalan masuk, keduanya pun berpisah karena Valen ruangannya berada di lantai tiga, sedangkan Arion ruangannya yang paling atas yaitu lantai sepuluh.
Tidak terasa waktu jam makan siang pun telah tiba. Valen yang sedang merapikan file-file pun segera menghubungi Arion untuk mengajaknya makan siang. Namun yang di telepon pun tak kunjung menjawabnya. Jessica dan Donita yang melihat temannya murung pun berinisiatif untuk bertanya.
" Lo kenapa Len ? ada masalah ? " tanya Donita
" Iya nih itu muka udah ditekuk aja, oh gue tau pasti Arion kan ? kenapa Lo lagi berantem sama dia ? " tanya Jessica
" Ih enggak cuma Ari nggak angkat telepon gue ya padahal nyambung, gue telpon lagi sekarang ponselnya nggak aktif, itu anak kemana sih !!! " gerutu Valen
" Ya elah Len gitu doang galau, ya udah Lo samperin aja kan gampang " usul Donita
" Nah iya, siapa tau kan emang dia lagi sibuk " ucap Jessica membenarkan
" Ya udah deh gue keatas dulu kalau gitu, eh iya kalian berdua kalau mau ke cafe kalian duluan aja gue nanti nyusul"
" Okedeh " jawab keduanya
Akhirnya Valen pun berjalan menuju ruangan Arion. Sesampainya di depan ruangan Arion gadis itu pun mengetuknya.
tok...tok...tok...
" Sayang kamu ada di dalam nggak ? aku boleh masuk ? " tanyanya namun tidak ada jawaban yang menyebabkan Valen semakin heran tidak biasanya Arion menghilang tanpa kabar seperti ini.
" Sayang... "
Karena tidak ada jawaban, Valen pun memutuskan untuk masuk ke ruangan Arion. Dilihatnya tidak ada tanda-tanda Arion didalamnya, dan lebih mengejutkan lagi mengapa ruangan Arion begitu berantakan seperti kapal pecah. Map-map berserakan, vas bunga yang semula tersusun rapi pun jatuh hingga pecah, Padahal yang ia ketahui Arion orangnya sangat rapi dan tidak suka jika barang-barangnya berantakan.
" Astaga apa ini kok berantakan gini sih !!! "
Akhirnya Valen pun memutuskan untuk merapikannya terlebih dahulu, setelah rapi Valen pun berjalan untuk mengetuk kamar pribadi Arion yang ada di ruang kerja itu, ia berfikir bahwa Arion tengah tidur didalamnya.
tok...tok...
" Sayang kamu ada didalam ? kita makan yuk udah waktunya jam makan nih " ucap Valen
" Sayang, kamu didalam kan ? "
" Kok nggak ada jawaban, apa jangan-jangan dia nggak ada di ruangan ini ya ? " tanya Valen pada dirinya sendiri
Valen pun membuka pintu kamar itu, dan benar saja Arion tidak ada didalamnya dan juga yang ia kesali mengapa kamar pribadi Arion juga begitu berantakan.
" Apa ini !? kok berantakan lagi sih, duh ini anak "
Tanpa basa-basi Valen pun segera membereskan sisa kekacauan yang Arion buat. Tapi sebelum itu ia melihat sesuatu yang aneh disana. Dilihatnya bercak darah di bantal dan guling milik Arion.
" Apa ini ? darah ? kok bisa ? "
Valen yang dasarnya mempunyai sifat kepo akhirnya berniat untuk membongkar isi kamar Arion. Tidak perduli bahwa ia dikatakan tidak sopan. Valen pun berjalan menuju toilet pribadi yang di mana tidak ada sesuatu yang janggal disana. Akan tetapi dia menemukan sebilah pisau di yang masih tersisa darah di letakkan di wall closet.
" Astaga apa ini pisau nya kok ada darahnya ? "
" Apa yang sebenarnya terjadi sama Arion ? "
" Apa jangan-jangan... ah tidak mungkin pasti ini cuma kebetulan aja "
" Tapi bukti sama kejadian itu.... "
Disaat Valen sedang memikirkan kejadian yang janggal yang sempat dialami beberapa bulan terakhir tiba-tiba saja ponselnya berbunyi.
drt..drt...
Dilihatnya siapa yang menelpon dan ternyata yang menelfon adalah Jessica
" Halo Jes kenapa ? "
" Lo dimana gue sama Donita udah di cafe nih buruan kesini "
" Ah iya gu...gue kesana sekarang "
" Oke jangan lama, jam istirahat bentar lagi habis "
" Iya.. oke sebentar gue otw "
Panggilan itu pun terputus, karena tidak ingin berlama-lama ditempat ini Valen pun memutuskan untuk keluar. Untuk masalah ini, biarlah ia pikirkan nanti, dan pastinya Valen akan menanyakan langsung kepada Arion salah atau orang yang dapat ia tanyakan.