Bab 10 Wanita Pertama

1918 Kata

Ucapan-ucapan yang meragukan diriku terus bersahut-sahutan. Yang Sisi yang berada di sampingku terlihat sedikit kesal, seolah-olah ia ingin membela dan membantuku melawan mereka. “Tidak apa-apa, Paman, kalau kau tidak punya uang, aku akan membantumu!” ujar gadis yang nampak gusar itu. Kupandangi Yang Sisi yang menggemaskan di sampingku ini. Benar-benar sulit dibayangkan kalau dia dapat menyerahkan uang sebesar tiga juta yuan kepada orang yang baru ditemuinya sepuluh menit yang lalu. Sebagai seorang pria dewasa, aku tidak dapat memahami isi dari hati gadis manis ini. Satu hal yang kutahu pasti adalah jika itu masalah uang, aku tidak perlu meminta bantuan pada siapa pun. Pada saat ini, si pembawa acara berjalan menghampiri dengan perlahan dan berkata dengan nada bicara yang sangat dingin,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN