Suasana menjadi hening untuk sejenak, Mi Cai bertanya dengan suara dingin, “Bisakah kau memberitahuku apa yang sedang terjadi? Dari mana uang itu berasal?” Aku memejamkan mata, rasanya mendadak aku tidak ingin mengatakan apa pun pada wanita ini. Lagi pula, mereka menyembunyikan niat yang buruk padaku, jadi apa gunanya aku menjawab? Wanita itu menjadi agak marah setelah aku mengabaikan pertanyaannya. Ia lalu berjalan menghampiri ke samping tempat tidur. Begitu dia mendekat, aku langsung mengulurkan tangan dan menarik dengan kasar hingga ia terjatuh ke dalam pelukanku. Aku langsung membalikkan tubuh wanita itu dan menindihnya. Tubuhku berada di atas tubuhnya untuk waktu yang lama. Terus terang saja, Mi Cai adalah wanita tercantik yang pernah aku jumpai. Sejak pertama kali aku bertemu deng

