SAUDADE #Chapter 8

874 Kata
Untung saja penerbangan bisa ditunda selama 15 menit menunggu Aria yang datang sangat terlambat dan lebih mengejutkannya lagi keadaan gadis itu sangat tidak sehat, dalam artian lain 'berantakan'. Setiap orang yang melihatnya pun sudah pasti tau jika Aria telah tidur bersama seorang pria. Tapi apa gadis itu kehilangan akal sehatnya? Bisa-bisanya disaat genting seperti ini malah asik b******a dengan seorang pria. Sampai di dalam pesawat Angeline tak henti-hentinya memaki Aria, tapi sepertinya wanita itu terlalu lelah hanya untuk diajak bicara saat ini, dia malah tertidur di kursinya. Mungkin baginya suara Amukan Angeline adalah dongeng tidur. Steve yang berada disana menenangkan Angeline yang terlihat ingin murka saat melihat Aria malah tertidur pulas disaat dia sedang bicara hingga mulutnya berbusa. "Dasar wanita ini! Apa sih yang ada di kepalanya?!" gerutu Angeline. walaupun Angeline terlihat marah, tapi dalam hati wanita itu, dia khawatir dengan Aria yang datang terlambat itu, dia takut jika sesuatu yang buruk terjadi padanya apalagi di kota asing seperti Miami. *** Aria terbangun dari tidur panjangnya, waktu telah menunjukan pukul 10 pagi, begitu sadar jika dia sudah terlambat dia bergegas menuju kamar mandi. Angeline yang sedang tidur disebelahnya pun merasa sedikit terganggu dengan aktivitas Aria, hingga gadis itu pun ikut terbangun. Angeline merenggangkan tangannya ke udara, belum ada niat untuk menjauh dari kasurnya, Angeline lebih memilih untuk duduk diam sambil mengumpulkan kesadarannya. Tidak lama Aria pun keluar dari kamar mandi dengan Bathrobe yang biasanya ia pinjam jika sedang menginap dirumah Angeline. "Jadi kau ingin berangkat bekerja sekarang? Kenapa kau tidak menambah waktu cuti mu sehari lagi sih!" gumam Angeline khas bangun tidurnya. Aria terkekeh sambil menggelengkan kepalanya, "Aku bukan dirimu, nona manajer" "aish... Lagi-lagi menyebalkan, maka dari itu kubilang bekerjalah di perusahaan keluargaku!" Aria mulai mengemas pakaiannya dan memasukannya kedalam koper, sambil memakai pakaian Aria menjawab "Mana ada pegawai di perusahaan besar bisa diterima hanya dengan ijazah sekolah menengah atas?" katanya enteng. Berbeda dengan raut wajah Angeline yang berubah sedih. Menyadari perubahan raut wajah sahabatnya Aria pun kembali bicara, "Kenapa wajahmu berubah menjadi menjijikan seperti itu hah? Tidak perlu merasa kasihan padaku. Aku masih mampu" desisnya sinis. Angeline tergelak mendengar penuturan Aria, dia mengambil bantal untuk disekapnya. "Jadi sekarang kau ingin mulai bercerita tentang pria 'itu' ?" Angelinge mengutip kata itu. Angeline tersenyum menggoda pada Aria yang sedikit salah tingkah dengan wajah yang memerah padam. "Apa? Pria mana? Kau ini bicara apa sih?" "Apa mau ku perjelas? Pria yang sudah merebut kep--" karena panik tidak ingin Angeline meneruskan kalimatnya, Aria sudah bertingkah tidak jelas kesana kemari hingga akhirnya dia menghampiri Angeline dan menutup mulut gadis itu dengan telapak tangannya. "Jangan Lanjutkan!!!" kata Aria nyaris berteriak, dia melirik kesana kemari seperti sedang memastikan tidak ada orang lain lagi selain mereka berdua walau hal itu sudah dapat dipastikan dengan jelas. Senyuman Angeline kian melebar, "Jadi, siapa?" Aria memalingkan wajahnya dari Angeline, dia tidak ingin sahabatnya itu melihat wajahnya yang merona setiap mengucapkan nama pria itu. "E-Louis Logan. Pria sempurna itu." jawabnya singkat. "WHAT THE HELL?! Are you insane?" saking tidak percaya dengan sikap sahabatnya, Angeline sampai-sampai ingin mengunci Aria selama seminggu di ruang bawah tanah. Sedangkan Aria sudah siap menerima semburan kata-kata tajam dari sahabatnya, "kenapa kau bodoh sekali? Apa yang kau pikirkan saat memberikan 'itu' pada pria seperti Louis ." "aku jatuh cinta padanya Angeline, kau tidak mengerti! saat kutahu bahwa aku tidak akan bertemu dengannya lagi. Saat itu aku buntu, aku tidak tahu harus melakukan apa, aku ingin memiliki bagian tersendiri dihatinya sebagai kenangan indah, menurut ku itu satu-satunya cara terbaik" jelas Aria Angeline menggeleng, "kau pikir pria seperti Louis itu peduli? Sudah sangat banyak wanita yang ia tiduri. Dan semua wanita itu berkelas, dari kalangan selebritis hingga konglomerat, jadi.. Apa kau yakin jika ia peduli denganmu yang notabennya hanya gadis biasa? Kau hanya merugikan dirimu sendiri Aria, aku ingin kau membuat Louis jatuh cinta. Bukan sebaliknya!" Angeline menjelaskannya dengan emosi yang menggebu. Dan saat itu juga Aria sadar jika dia tidak akan pernah memiliki bagian di hati Louis, wajah Aria berubah muram. "aku berfikir pendek saat itu, maaf. " Angeline memeluk Aria erat, "tidak masalah, aku bisa mencarikan pria yang lebih baik dibanding Louis. Pria yang akan membahagiakan sahabat kecilku." "dan melupakan iblis berwajah malaikat itu." *** Disisi lain, Louis terbangun dari tidurnya begitu merasa tidak mendapati seseorang yang bersamanya malam tadi, kesadarannya langsung mengumpul. "Aria.. Kau dimana?" Dia berjalan mengecek setiap sudut kamar hotelnya tapi tidak menemukan keberadaan wanita itu, merasa kesal karena ditinggalkan Louis pun melempar botol whiskey nya hingga pecah ke dinding hotel. Dia tidak pernah ditinggalkan dengan partnernya selama ini, dan Aria melakukan hal yang mustahil wanita manapun lakukan pada dirinya. Walaupun bukan itu sebenarnya yang membuatnya benar-benar marah, sebuah benda asing yang sebelumnya tidak ada pun menarik perhatian Louis. Dia mengambil sebuah stick note yang tertempel disebuah cermin. Louis tertawa hambar, bagaimana bisa wanita itu mempermainkan dirinya. "Cinta katanya, aku tidak percaya dia meninggalkan ku dengan note bodoh ini." gumamnya mengejek. "dia pikir aku sebaik itu? Kira-kira apa hukuman yang tepat untuk wanita pembangkang? " katanya menyeringai, Louis mencabut stick note itu dari cermin, dia mencium aroma stick note itu dalam, seakan meresapi aromanya. Kemudian dia mencium stick note itu setelah itu menyimpannya dengan baik di sebuah kotak mengkilap seperti berlian. "Darling.. darling... I will catch you" TBC
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN