Layvi melepaskan pagutannya, mereka butuh bernafas setelah saling beradu rindu, tangannya beralih pada tengkuk Yesha dengan dahinya menempel di kening Yesha. "A-aku... aku cinta kamu!" ucapnya dengan suara berat, sepertinya ia tak mampu lagi menanggung rasa ini seorang diri, ia butuh kekasihnya untuk membalas setiap rasa yang ia punya. "Aku juga cinta kamu, banget!" jawab Yesha, lalu memilih berhambur di pelukkan prianya itu. Keduanya saling mendekap erat, satu hal yang keduanya sadari, bahwa mereka saling membutuhkan satu sama lainnya lebih dari yang mereka duga. Meskipun diawal pertemuaan tak pernah terlintas akan berakhir dengan cinta tulus, tanpa pamrih. Sampai ingin sekali menyatukan hubungan ini ke dalam ikatan yang sakral. Begitulah cara hidup mempertemukan seseorang padamu, ren

