Suasana pasar malam begitu meriah. Karena sesuai informasi, malam ini akan banyak di isi dengan pertunjukkan gratis. Tak hentinya Emma tersenyum bahagia, tangannya menggengam tangan Layvi erat. Gadis kecil itu tak ingin kalau sampai hilang lagi. "Kak... lampionnya bagus kak!" tunjuk Emma kesalah satu penjual kain berisi lampu warna-warni itu. "Ini Pak. Loh Layvi?!" kaget Rendra yang juga kesini bersama Kyra. "Bang Rendra! kesini sama Kyra, Bang?!" tanyanya basa-basi. "Iyah tuh anaknya. Hei, kamu mau lampion juga?!" tanya Rendra ke Emma. Emma hanya mengangguk malu, lelaki itu langsung membelikan satu lagi untuk Emma. "Makasihya Bang!" tulus Layvi. "Ini adik kamu, Emma kan?" tanya Rendra memastikan, Kyra memang sering cerita jika guru lesnya itu juga punya adik seusia dirinya. Layvi ha

