Edzard masuk ke dalam kamar mereka dengan membawa botol kecil berisi air hangat, segelas wedang jahe dan semangkuk bubur panas yang asapnya masih mengumpal. "Om!" Melihat suaminya datang, Elea langsung duduk dan bersandar di headboard ranjang. Edzard meletakkan nampan di tangannya. "Ini!" Elea terkejut ketika Edzard menempelkan botol berisi air hangat tersebut di perutnya. "Kata Bi Dewi ini bisa mengurangi rasa sakitnya," sambung pria itu kemudian. Elea mengangguk kaku. Jantungnya benar-benar tak aman dengan sikap perhatian suaminya ini. Apalagi tatapan kekhawatiran pria itu, seperti berhasil meruntuhkan tembok pertahanan diri Elea. "Pegang!" titahnya. Elea menggangguk lalu memegang botol itu agar tetap menempel di perutnya. Memang Elea akui, rasa panas yang keluar dari botol i

