Setelah sampai di kampus, Elea langsung keluar dan taksi dan tak lupa membayar ongkos. Gadis itu sejenak menghela napas panjang dan berusaha menutupi kesedihannya. Matanya yang tadi basah sudah kering karena dia tak mau terlihat menyedihkan di mata orang lain. "Yaya!" Tampak Ivonny dan Stefanie berlari ke arah teman mereka itu. "Kalian habis dikejar anjing?" celetuk Elea tersenyum tanpa dosa karena melihat kedua sahabatnya yang ngos-ngosan setelah berlari. "Dih!" Stefanie memutar bola matanya malas. "Ayo ikut kita sebentar!" ajak Ivonny menggandeng lengan Elea. "Mau ke mana, Vovon? Jangan tarik-tarik, tangan Lea bukan karet!" protesnya mendengkus kesal. "Sudah ikut saja!" ketus Ivonny. Ketiga gadis itu berjalan menuju taman kampus. Di tengah-tengah taman itu ada air mancu

