Bab 32. Mari berpisah

578 Kata

Edzard melepaskan panggutannya setelah merasa Elea hampir kehabisan napas karena ulahnya sendiri. "Om." Elea tak bisa berkata-kata. Apalagi saat lelaki itu mengusap bibir basahnya. Elea mendorong tubuh lelaki itu dengan kuat, sehingga Edzard melepaskan tubuh istrinya. Elea menangis sesenggukan seraya mengusap air mata yang mengalir deras di pipinya. "Pendek!" Lidah Edzard terasa kelu, ada rasa bersalah ketika melihat sang istri menangis. "Om jahat!" Elea keluar sambil membanting pintu dengan keras. Dia tak marah jika lelaki itu mencium dirinya karena memang sudah menjadi keseharusan. Namun, Elea merasa sakit karena lelaki itu mengambilnya dengan paksa dan kasar dalam keadaan marah. Dadanya terasa sesak dan ditusuk oleh ribuan belati tumpul hingga meninggalkan luka yang terasa mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN