"Wah makanannya terlihat enak-enak, Kak!" seru Elea sambil membuka lembar demi lembar buku menu yang ada di tangannya. "Tentu! Pesan saja apa yang kamu mau," jawab Ryandra tersenyum lebar. Bulu mata lentik Elea membuat lelaki itu sama sekali tak bisa berpaling. Makluk imut ini, ingin rasanya dia miliki segera. "Eh tapi siapa yang bayar?" Elea memincingkan matanya. Siapa tahu setelah makan, malah tidak ada uang? Tidak mungkin mereka berdua cuci piring demi membayar makanan yang sudah masuk ke dalam perut. Ryandra tergelak. Apa gadis ini tidak tahu seberapa kaya Ryandra? Jangankan membayar makanan, membeli cafe ini saja dia bisa. "Kamu tenang saja, Kakak yang bayar," sahutnya menggelengkan kepala dengan pertanyaan konyol dari Elea. "Astaga, Kak!" Elea menutup mulutnya. "Kenapa, Y

