"Kenapa, Pa?" Ryandra duduk di samping sang ayah dengan wajah tampan, khas selesai mandi. "Tidak masuk kampus hari ini?" tanya Darius tersenyum. "Tidak, Pa. Lagi mau bikin referensi skripsi," jawabnya. "Hem, nanti siang ikut Papa ke kantor. Papa ingin memperkenalkan kamu pada semua karyawan," ujar Darius. "Iya, Pa." Lelaki itu menurut lalu menyesap kopi kental manis di atas meja. "Bagaimana pestanya semalam?" Darius tersenyum hangat. Dia mendengar cerita dari rekan bisnisnya, bahwa putranya ini mulai bisa berinteraksi dengan yang lain. Semoga saja, Ryandra benar-benar bisa meneruskan perusahaan miliknya. "Iya begitu deh, Pa," jawab lelaki muda itu sedikit lesu. "Ada kejadian yang tidak mengenakan hati?" tebak Darius menatap putranya yang seperti tak biasa itu. "Entahlah, Pa

