Bab 22. Tersesat

1007 Kata

"Kakak!" seru Nayra berjalan sembari menyeret kopernya. Edzard tak menoleh dia malah asyik menyantap makanan yang ada di dalam piring. Sementara Elea menahan tawa karena melihat Nayra diabaikan. "Kak," panggilnya sekali lagi, sembari tersenyum menggoda. Bagaimana bisa dia berpaling dari wajah tampan mantan calon kakak iparnya itu? Sikap dinginnya saja seperti memiliki magnet. "Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Edzard tanpa melihat ke arah lawan bicaranya. "Aku kebetulan di Bali, Kak. Ada urusan masalah pemotretan," jawabnya beralasan. "Lalu?" "Boleh aku menginap di vila Kakak?" pinta Nayra penuh harap. Sejenak Edzard terdiam. Ingin menolak, tetapi Nayra adik dari mantan tunangannya yang sudah meninggal. Memang sebelumnya, almarhum kekasihnya itu meminta agar Edzard menjaga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN