"Pa!" "Eh, Ray. Kenapa?" tanya Darius melirik anak lelakinya itu. "Aku mau bicara sesuatu," ucapnya sambil duduk di samping sang ayah. "Bicara apa?" Kening Darius mengerut heran. Melihat wajah anaknya yang serius, membuat dirinya penasaran apa yang akan dibicarakan oleh anaknya itu. Pasalnya Ryandraa jarang sekali mau berbicara jika tidak ada sesuatu yan penting. "Aku mau ambil alih sebagai pemimpin perusahaan Papa," ucapnya tanpa basa-basi. Namun, terdengar helaan napas panjang dari mulut lelaki tampan itu. Darius terkejut dengan ucapan putranya. Selama ini Ryandra menolak dengan tegas untuk menjadi penerus bisnisnya. Bahkan lelaki muda itu mengambil jurusan kedokteran demi menghindari dunia bisnis. "Kamu yakin?" tanya Darius setengah tak percaya. "Yakin," jawab Ryandra. "Set

