Terangnya bintang diatas sana memberikan cahaya tersendiri pada gelapnya malam yang semakin larut. Menatap bintang yang berkilauan, membuat lelaki yang berdiri di luar balkon kamarnya sedang termenung. Daffa, lelaki itu hanya termenung menatap bintang di langit. Memegang luka kecil disudut bibirnya namun tidak dirinya pedulikan. Pikiran Daffa kini melayang pada Ara, perempuan yang akan selalu menjadi dokter kecilnya. “Lo berantem lagi?” Omelnya sambil membasahi kapas dengan alkohol di tangannya. Daffa hanya diam menatap wajah kesal gadis itu. Sangat menggemaskan jika Ara sudah memarahinnya. “Aww..” Ara sengaja menekan lukanya dengan keras membuat ia hanya meringis kesakitan. “Makanya kalo ditanya itu jawab!” “Hmm..” Wajah Ara kini benar-benar kesal pada dirinya, terlihat sekali Ar

