Suara bola yang beradu dengan lantai di tambah riuhnya suara penonton yang sebagian besar adalah perempuan membuat Daffa terlalu malas untuk berlatih. Memutar bola mata malas saat mendengar teriakan heboh kaum hawa saat dirinya mencetak poin, netra matanya tidak sengaja melihat perempuan yang akhir-akhir ini menggangu pikirannya. Ara dan kedua temannya duduk di kursi penonton, melihat ke tengah lapangan dengan buru-buru Daffa mengalihkan perhatiannya kembali pada timnya. Pura-pura tidak melihat bahwa Ara ada di dalam gedung yang sama dengan dirinya. Ada perasaan bersalah yang hinggap di hatinya, mengingat betapa egoisnya dirinya menjauhi gadis itu. Ingin rasanya dirinya membuang segala rasa sakitnya agar bisa kembali bersama dengan sahabatnya itu, namun perasaan sakit dan terluka itu tid

