Seorang lelaki duduk di pinggiran kasur sambil termenung dengan pintu balkon kamar yang sengaja dirinya buka untuk mempersilahkan sang cahaya rembulan masuk. Daffa duduk dengan gelisah, memainkan ponsel membuat dirinya menjadi kesal. Turun dari atas kasur, Daffa berjalan kearah balkon untuk mencari udara segar, berharap dapat menenangkan hati dan pikirannya. Menatap bulan dan bintang di atas sana, namun lelaki itu tidak dapat menghilangkan keresahan pada dirinya. Kembali mengambil ponselnya diatas kasur, berjalan mondar-mandir sambil menimbang-nimbang langkah apa yang harus dirinya lakukan. Pikirannya kini melayang pada perkataan Bagas di kelas siang tadi yang membuat hatinya tidak tenang malam ini. “Aaakkhhh…” Teriaknya frustasi sambil mengacak-acak rambutnya. Membulatkan tekadnya, me

