Debaran Yang Sama

1603 Kata

Sudah hampir satu minggu Ara dan Daffa kembali menjadi teman. Selama itu pula, Daffa menjadi lelaki yang berbeda. Daffa lebih perhatian dan mampu membuat dirinya menjadi salah tingkah.   Ara yang sepanjang pelajaran tidak berhenti tersenyum. Merasa bahwa dirinya sekarang seperti berada dalam mimpi. Bahkan dalam mimpinya sekalipun, Ara tidak pernah berpikir Daffa akan semanis ini padanya. Memikirkan setiap ucapan dan tingkah laku Daffa pagi ini mampu membuat dadanya berdegup kencang. Saat itu Revan pernah melakukan hal yang sama seperti Daffa, namun tidak membuat dirinya sebahagia ini. Apa Daffa menyukai gua? Menggelengkan kepala sambil memukul pelan kepalanya untuk menghilangkan segala pikiran yang melintas tentang Daffa. “Kenapa lo? Mulai gila mukul kepala sendiri?” Ucap Stella melih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN