Rumah Daffa

1887 Kata

Pagi ini dengan perasaan yang tidak bisa dijelaskan, Stella masuk kedalam kelas dengan diam tidak seperti biasanya. Melihat Ara yang tertidur membuat dirinya enggan hanya untuk sekedar menyapanya. Sepanjang pelajaran pun Stella tidak menghiraukan Ara. Saat ini dirinya hanya butuh berpikir tentang perasaannya. Di kantin, mendengar Daffa yang mengatakan hal kejam pada Ara, dirinya mengepalkan tangannya menahan untuk tidak ikut campur pada masalah gadis itu. Saat Ara pergi meninggalkan kantin, di susul oleh Mita dirinya tetap diam. Saat mendengar suara lelaki yang memporak-porandakan hatinya, Stella mengencangkan tangan pada sendok yang dirinya pegang sambil terus berusaha tidak perduli dan fokus pada makananya yang kini terasa hambar baginya. Melirik dari ekor matanya, Stella melihat Rekh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN