Perlu Bicara

1692 Kata

Ara yang menggeliat dan membuka matanya perlahan, melihat jam dikamarnya yang menunjukkan pukul enam lewat sepuluh pagi, dirinya bangun kesiangan. Dengan langkah terburu-buru dirinya memaksakan diri berjalan kearah kamar mandi. Setelah selesai berpakaian, dirinya menuju kearah dapur. Seperti menjadi kebiasaan Ara, perempuan itu membuatkan sarapan untuk Daffa. Dirinya ingin membuat lelaki itu menjadi hangat padanya lagi. Dengan memberikan perhatian yang tulus Ara yakin Daffa akan memaafkan dirinya. Namun, yang Ara tengah pikirkan adalah apa kesalahan yang dirinya lakukan? Mengapa waktu satu minggu mampu mengubah Daffa menjadi dingin padanya. Mencoba menegarkan hatinya, Ara membawakan sandwich. Melihat waktu yang sudah hampir pukul tujuh, Ara dengan segera mengambil tasnya untuk berangkat.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN