Antara Mona, Hendrik, dan Lisa

1469 Kata

Setelah membersihkan tubuhnya selama beberapa menit di kamar mandi, Ara duduk diatas kasurnya dengan memeluk boneka kesayangannya. Kali ini Ara tidak turun untuk ikut makan malam bersama, dirinya terlalu kecewa terhadap kedua orang tua Rio tersebut. Mengatakan pada Mamanya bahwa dirinya sudah makan, Ara termenung mengingat kembali fakta yang membuat dirinya sedih. Pantas saja Daffa begitu membenci perempuan, dirinya di tinggalkan dua wanita tersayangnya sekaligus. “Tante, atas nama tanteku, aku minta maaf. Aku tahu mungkin sudah terlambat, dan juga nggak pantes dapat maaf dari tante dan Daffa.” Lirih Ara dengan sedih. “Kamu nggak salah sayang. Mungkin ini memang sudah takdir dari tuhan yang harus tante jalankan. Atau mungkin saja, tante yang berada di antara papanya Daffa dan tante kamu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN