Nekad

1135 Kata

(POV Aaris ) Langkah yang kuambil dua menit yang lalu, termasuk aksi nekat yang tidak kuduga bisa aku lakukan. Hanya berdiri selama lima menit di sana, aku bak orang yang diguyur hujan. Seluruh tubuhku terasa lembab, semua pori-pori yang ada seolah berlomba mengeluarkan keringat, kepala, tangan, wajah, semua basah! Belum lagi rasa gelisah dan takut yang belum juga mau reda, meski aku sudah berada di kamar dengan pintu terkunci rapat. “Tenang, Ris ...” bisikku sembari memijat pelan otot leherku yang menenggang karena serangan panik tadi. Aku memilih untuk kembali menjatuhkan tubuh di kasur, menarik selimut sampai ke wajah, menutupi seluruh tubuhku, terasa panas memang, tapi itu sedikit berhasil meredam rasa takut dan gelisah yang ada. Aku hanya perlu sesekali memberi celah untuk udara

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN