" Tidak ." Hati Samudera mencelos bicara jawaban terucap dari bibir Oceana, jawaban bukan yang ia harapkan. Namun, ini bukan lah mimpi, malah lebih menyenangkan yang dialami. Samudera mengonsumsi salivanya. "Kenapa? Aku yakin rasa itu masih ada, Na. Tolong katakan ya ." Oceana tertawa renyah. "Pertama aku mau ucapin makasih banget karena kamu udah tolong aku tempo hari, kalau gak ada kamu mungkin aku do nama Tapi satu hal yang kamu tahu, rasa itu gak akan pernah sama lagi. Ketiga, kalau kamu minta aku buat balik sama kamu, maaf aku gak bisa bisa, mungkin kita masih bisa berteman. " "Na, apa peluang itu gak akan pernah ada? Terima kasih kesempatan, Na." "Kamu bisa bahagia tanpa aku, begitupun sebaliknya," ujar Oceana, Samudera melepaskan kotak beludru yang sedari tadi ada di genggam

