Bab 46

913 Kata

" Tidak ." Hati Samudera mencelos bicara jawaban terucap dari bibir Oceana, jawaban bukan yang ia harapkan. Namun, ini bukan lah mimpi, malah lebih menyenangkan yang dialami. Samudera mengonsumsi salivanya. "Kenapa? Aku yakin rasa itu masih ada, Na.  Tolong  katakan  ya ." Oceana tertawa renyah. "Pertama aku mau ucapin makasih banget karena kamu udah tolong aku tempo hari, kalau gak ada kamu mungkin aku do nama Tapi satu hal yang kamu tahu, rasa itu gak akan pernah sama lagi. Ketiga, kalau kamu minta aku buat balik sama kamu, maaf aku gak bisa bisa, mungkin kita masih bisa berteman. " "Na, apa peluang itu gak akan pernah ada? Terima kasih kesempatan, Na." "Kamu bisa bahagia tanpa aku, begitupun sebaliknya," ujar Oceana, Samudera melepaskan kotak beludru yang sedari tadi ada di genggam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN