"Axel, selama Papa kerja tinggal dulu di rumah Nenek Rania ya, biar nanti pulang sekolah, Papa minta Tante Aurel buat angkutan kamu," ujar Samudera setelah menghabiskan sarapannya. Axel yang baru saja selesai meneguk segelas s**u putih langsung menggeleng. "Axel tinggal di rumah Mama Oceana aja, Pa. Biar nanti minta Mama Oceana mengantar Ax di sekolah." "Tapi, Ax—" "Pa," Axel menyiapkan wajah paling agar-agar Samudera menerima keinginannya. Bahkan, Axel sudah kebanyakan menangis kalau saja Samudera tidak langsung menuruti menginginkan putranya itu. "Iya, nanti Papa coba ngomong sama Kak Oceana ya." " Ya , Papa emang yang terbaik ." "Gak sia-sia kamu lahir di Selandia Baru, jadi anak Papa bisa bahasa Inggris." "Iya dong." Samudera terkekeh pelan. "Ayo berangkat, nanti kamu telat."

