"Bun, aku ambil mobil dulu ya ke depan sekolahnya Axel." Vina mengangguk, lalu tatapan Oceana beralih ke seorang anak kecil yang terus menatap Ayahnya dengan tatapan terluka. "Ax, ikut Kak Oce ambil mobil, setelah itu kita beli es krim, Ax mau?" Axel mengangguk dengan wajah sendu, entah harus dengan cara apa lagi mengembalikan semangat bocah lelaki itu yang selalu ceria. "Bun, titip Samudera, aku cuma sebentar." Setelah itu Oceana menghilang dari balik pintu dan bergegas mencari taksi yang berada di depan rumah sakit. Selang beberapa beberapa menit berlalu dua pria berbeda generasi berjalan tergesa-gesa menyusuri lorong rumah sakit, setelah sebelumnya sudah bertanya kepada Vina di mana letak ruang rawat Samudera. Saat sampai di ruangan yang dituju, seorang lelaki yang lebih muda menari

