Semalaman Oceana mengizinkan Samudera, sementara Axel sudah dibawa pulang oleh Vina dengan segala bujukan dan rayuan agar anak itu menurut. Oceana hanya tidur beberapa jam, kemudian selesai pagi ini. Suara pintu terbuka membuat Oceana menoleh dan melihat Arvin yang menenteng parsel buah berjalan ke arahnya dan mengatur parsel tersebut di atas meja samping ranjang. "Tahu dari mana?" "Adrian yang ingin tahu, dia belum juga sadar?" Oceana mengangguk. "Belum ada perkembangan." Arvin kirimkan paper bag yang ditentengnya. "Ini ada titipan dari Tante Vina." Oceana menerima dan melihat isinya ternyata pakaian, lengkap dengan jas putihnya. " Terima kasih , mau beli dulu peralatan mandi." "Biar gue aja. Sikat gigi, odol sama sabun atau sampo sekalian?" "Gak usah sampo." "Oh iya, seka

