Bab 39

1272 Kata

Beberapa kali pukulan melayang ke wajah Samudera, badannya dihantam hingga remuk tanpa ikatan, karena ia tahu Adrian layak melakukannya, bahkan rasa sakit akibat pukulan ini belum sebanding dengan rasa sakit Oceana. "Gue udah bilang sama lo, jangan pernah muncul lagi, b*****t!" Adrian kembali menonjok pipi Samudera hingga membiru. Samudera berusaha berdiri tegak. "7 tahun yang lalu kita harus bertemu Oceana tapi kita selalu jadi penghalang. Dan sekarang di saat kesempatan itu ada yang tetap menjadi pengalang," katanya. "Karena lo layak bisain itu, berengsek! Lo gak pantas jadi adik ipar gue, camkan itu!" Belum sempat Adrian kembali melanjutkan pukulannya tiba-tiba Axel berlari ke arah mereka seraya menangis. "Ayah..." "Jagoan gak boleh nangis," ujar Samudera. Adrian tersenyum tipis.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN