"Apa benar di sini, Tuan Bapak Bayu?" tanya salah seorang polisi yang datang bersama dua polisi lainnya. Ara memasang wajah bingung tetapi tetap saja ia mengangguk. "Iya, Pak. Ada apa ya?" Kemudian polisi memberikan amplop yang berisi surat kepada Ara, lalu gadis itu membaca secarik kertas tersebut. "Surat penangkapan?" Sesaat setelah itu muncul seorang pria dari dalam rumah yang sudah rapi tiba berangkat kerja. Matanya terbelalak saat menyadari siapa yang bertamu pagi-pagi di Rumah. Ia langsung mengambil surat dari tangan Ara lalu membacanya secara lengkap. "Saya tidak bersalah!" "Kamu bisa ikut kami ke kantor dan bisa jelaskan di sana." Polisi ketiga tersebut langsung membawa Bayu masuk ke dalam mobil yang bersirine itu. "Ayah..." Ara diambil ludah susah payah saat melihat Ayahnya

