Bab 41

1510 Kata

Ara juga Reyhan tidak tinggal diam atas apa yang terjadi dengan Ayahnya. Apalagi Anindya terus saja menangis karena tidak rela jika membantah mendekam di penjara. "Ara, Reyhan. Lakukan sesuatu untuk Papamu, Mama gak ikhlas kalau Papamu harus membusuk di penjara," ujar Anindya di sela isak tangisnya. Reyhan menepuk pundak Mamanya pelan. "Aku sama Ara akan melakukan segala cara agar Papa bisa bebas dari tuntutan itu." Kakak beradik saling melempar pandang, seakan sudah tahu rencana apa yang mereka susun. "Aku sama Ara keluar dulu, Mama jangan nangis lagi." Keluar berjalan beriringan melewati pintu utama menuju garasi, sampai mobil BMW yang dikendarai oleh sang Kakak keluar dari pelataran rumah. BMW itu terus melaju hingga ke rumah sakit tempat Oceana bekerja, bergerak lagi mobil Oceana b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN