Louis menepati ucapannya, dia mengantar Joana ke kamar dan duduk di sisi ranjang wanita itu, menunggu Joana hingga wanita itu terlelap. Namun Joana justru merasa tidak nyaman karena Louis terlihat begitu mengamati setiap gerak-geriknya. “Jika kau menatapku seperti itu, aku tidak bisa tidur.” Ungkap Joana jujur, membuat Louis mengernyitkan keningnya dalam. “Kau seolah-olah tengah mengintai mangsa yang ingin kau bunuh.” Joana memperjelas isi kepalanya, membuat Louis tiba-tiba mendecak. Pria itu sudah akan beranjak dan berniat duduk di sofa, agar Joana merasa lebih nyaman. “Mau kemana?” Tanya Joana yang tidak bisa menyembunyikan raut sedihnya saat Louis tiba-tiba saja beranjak. “Duduk di sana, kau bilang tidak nyaman.” Ucapan Louis membuat Joana terharu sekali, Louis benar-benar sangat pe

