Dua manusia lawan jenis yang masih berpelukan itu terlihat begitu tenang, hingga sang wanita pelan-pelan terjaga. Dia merasa suhu tubuhnya panas, padahal ruagannya selalu disetting dengan suhu yang sempurna. Dia lalu melepaskan pelukannya dari pria yang terlihat masih lelap dalam tidurnya. Bibirnya merekah mengukir senyum kecil. Semalam tidurnya begitu nyenyak dan damai. Dia menyukai pelukan Louis. Ayah dari bayinya. Namun, keningnya mengernyit saat melihat Louis begitu berkeringat dalam tidurnya, dan lebih terkejut lagi saat melihat bahu pria itu yang memerah dengan noda darah yang sudah cukup banyak menyebar di sebagian bahu kirinya. “Da…darah.” Joana membekap mulutnya dengan keterkejutan luar biasa, membuat Louis terusik dan pelan-pelan membuka matanya. “Kau … kau berdarah.” Joana me

